Efek Piala Afrika terhadap 16 tim EPL
20 Januari s/d 10 Februari 2008, merupakan periode yang ditunggu-tunggu oleh segenap pecinta bola mutiara hitam Benua Afrika. Piala Afrika akan dilangsungkan untuk yang ke-26 kalinya.
Namun tanyakan kepada para pelatih sekaligus pemilik klub tempat pemain bernaung, ajang dua tahunan ini bagai neraka di siang bolong. Di kala persaingan mulai memanas, kejuaraan lain kok malah digelar ? Kenapa bukan pada saat off season ?
Untuk yang satu itu, peranan historis turut berperan. Di masa lampau, kejuaraan Piala Afrika memang sengaja didesain untuk dilangsungkan di awal tahun. Dan dulu tidak ada yang mengeluh, apa pasal ? Sebab dahulu pemain Afrika masih belum berkontribusi besar terhadap timnya masing-masing. Sehingga jelek-jeleknya seperti kata U2.. “I can live with or without u”…ujar para pemilik/manajer klub.
Sekarang ? Lain lagi kondisinya. Ambil contoh klub-klub Inggris yang tergabung dalam EPL. BOLANOVA melihat ada 16 klub yang terkena dampak langsung dari Piala Afrika. Berikut list pemain yang harus meninggalkan klubnya dan seberapa besar gangguan yang dihasilkannya.
Arsenal : Emannuel Eboue dan Kolo Toure. Minus Eboue, The Gunners masih punya Sagna, tetapi kehilangan Toure, dapat membuat Wenger sedikit limbung, minimal hanya 75% peranannya yang dapat dicover oleh Senderos.
Birmingham City : Kingson, Nafti dan Jaidi. Anjing menggonggong, kafilah berlalu. Birmingham tetap stabil tanpa ketiga nama di atas.
Blackburn : Aaron Mokoena. Dirinya bukanlah pilihan utama di starting eleven. Dampaknya minor.
Bolton : Abdoulaye Faye dan El Hadji Diouf. Kedua pemain ini sangat vital bagi Bolton. Lini tengah dan depan Bolton dapat benar-benar hancur tanpa keduanya. Paul Megson perlu berpikir lebih keras apalagi Anelka sudah terbang ke Stamford Bridge.
Chelsea : Michael Essien, Didier Drogba, Salomon Kalou dan John Obi Mikel. Hmmmm… melihat nama-nama tersebut, sepertinya lampu merah buat Chelsea. Avram Grant memang punya skuad yang “dalam”, namun rotasi pemain dalam 1 bulan, sepertinya akan sedikit kacau. Game-game melawan Tottenham dan Liverpool, sepertinya sulit untuk “diambil” oleh The Blues.
Everton : Joseph Yobo, Steven Pienaar dan Yakubu Aiyegbeni. Tiga pilar utama dari belakang, tengah dan depan. No doubt, It was a big loss for them…
Fulham : Diomansy Kamara. Dirinya hanyalah seorang pemain medioker yang tidak kunjung membaik penampilannya. Nyaris tidak berefek pada penampilan timnya.
Liverpool : Mohammed Sissoko. Salah satu kesayangan The Gaffer, Sissoko memang vital di Liverpool. Namun tak ada yang tak tergantikan di skuad The Kops.
Middlesbrough : Mido dan Shawky. Shawky hanya seorang reserve biasa, Mido ? Lebih banyak berkutat dengan cederanya. Selama Tuncay tetap on fire. Southgate akan tetap tenang tanpa the Egyptian.
Manchester United : Manucho Goncalves. Striker 24 tahun asal Angola, hanya merupakan pemain numpang lewat di Old Trafford. Lagipula siapa sih yang kenal dirinya ?
Newcastle United : Obafemi Martins, Geremi, Habib Beye. Sudah jatuh tertimpa tangga…baru saja memecat Allardyce, sekarang mereka kehilangan 3 pemain penting di sektor depan sampai belakang. Jangan kaget jika The Magpies turun 3-4 peringkat di bulan Februari.
Portsmouth : Sulley Ali Muntari, Kanu, John Utaka, Papa Bouba Diop, Djimi Traore. Kehilangan 3 pemain utama plus 1 nyawa tim, akan membuat Harry Redknapp tidak tidur tenang. “Untungnya” The Pompeys, mungkin hanya akan kehilangan poin ketika melawan MU dan Chelsea saja di bulan Januari-Februari.
Reading : Emerse Fae, Andre Bikey, Ibrahima Sonko. Who are they ???
Sunderland : Dickson Etuhu. Efek minor meski sang pemain adalah pemain berbakat di kubu The Black Cats.
Tottenham : Didier Zokora. Salah satu pemain yang dibilang overrated. Bukan starter di Lilywhites, masih ada Jenas maupun the young star Tom Huddlestone yang sanggup melapisnya.
West Ham : John Paintsil dan Henry Camara. Dua pemain yang dulunya hebat namun sekarang meredup. Efek kehilangan small to medium, bagi tim yang sering mengubah-ngubah komposisi pemainnya.


