Tim Borowski Menuju Allianz-Arena

Tim Borowski
Ditulis oleh Zulfikar Aleksandri

Transfer (kepindahan) pemain dari satu klub ke klub lainnya adalah hal biasa pada era sepakbola industri seperti sekarang ini. Tapi hal tersebut menjadi tidak biasa manakala transfer pemain tersebut melibatkan pemain kesayangan yang telah melekat di hati suporter. Lebih menyakitkan lagi apabila pemain yang bersangkutan pidah ke klub pesaing atau rival abadi.

Sudah banyak contohnya. Luis Figo yang pindah ke Real Madrid dari Barcelona pernah mendapat teror menyeramkan ketika kembali bermain di Camp Nou dengan seragam putih Madrid, dia dilempar kepala babi oleh pendukung fanatik Barcelona.
Kepindahan Alan Smith ke Manchester United dari klub kelahirannya, Leeds United, membuat emosi pendukung Leeds dan menteror rumah Alan Smith di kawasan West Yorkshire. Ashley Cole sampai saat ini tidak akan pernah diterima dengan ramah tatkala bermain melawan Arsenal di Emirates Stadium dengan baju biru Chelsea.

Tidak berbeda dengan yang terjadi di Jerman tatkala Miroslav Klose yang pernah menjadi pahlawan Werder Bremen hijrah ke Bayern Muenchen. Kini, ada satu lagi pemain pujaan publik Weserstadion yang hijrah ke rival berat mereka FC Hollywood, yaitu Tim Borowski. Terlebih Tim Borowski adalah pemain yang lahir dan dibesarkan dari akademi sepakbola Werder Bremen. Bisa dipastikan dua pemain tersebut akan menjadi public enemy nomor satu di kalangan fans Werder Bremen.

Tim Borowski bayern munchenGelandang berusia 27 tahun itu akan menanggalkan seragam hijau Bremen-nya di akhir musim dengan cara menolak penawaran kontrak baru yang disodorkan klub asuhan Thomas Schaaf itu dan memutuskan bergabung dengan Bayern yang musim depan dilatih Juergen Klinsmann, yang merupakan mantan bosnya di timnas Jerman.

Tapi tidak semua pemain yang telah mendapat tempat di hati suporter mendapat sambutan tidak hangat tatkala kembali ke kandang mereka. Carlos Tevez adalah contohnya. Carlitos diberi aplaus oleh pendukung West Ham tatkala kembali ke Upton Park membela Manchester United. Thiery Henry, meskipun belum pernah kembali ke London melawan Arsenal, tapi sepertinya ia akan selalu mendapat tempat di hati para Gooners sebagai legenda hidup Arsenal.

Dalam sepakbola, perbedaan kawan dan lawan, musuh dan pahlawan, sangatlah tipis. Hanya dibedakan oleh seragam yang mereka pakai. Kita tunggu saja apakah Tim Borowski akan bernasib serupa dengan Luis Figo ataukah akan selalu ada di hati fans Werder Bremen layaknya Thiery Henry di hati fans Arsenal.

*) foto diambil dari goal.com dan dw-world.de

No comments yet.

Write a comment: