Persik vs Persija: 2-2 (Plus Tawuran Pemain)
Insiden yang memalukan terjadi lagi dalam Laga Persik vs Persija. Tapi untungnya, para suporter tidak ikut-ikutan rusuh. Dan inilah bukti bahwa penghargaan suporter terbaik yang disematkan pada The Jak Mania benar-benar nyata. Insiden apa sih? Sergei Dubrovin meninju Cristian Gonzalez. Kok bisa? Mungkin karena sebelumnya, pelatih Persija, Sergei Dubrovin habis bersitegang dengan ofisial pertandingan gara-gara Cristian Gonzalez melanggar Abanda sebelum menyamakan kedudukan. Dan ketika emosinya belum turun, kiper Khmaruk berlari mendatangi dan memegangi leher Gonzalez. Melihat hal ini, emosi Sergei Dubrovin naik lagi dan memukul Gonzales yang tidak terpancing emosi.
Sebenarnya, pertandingan antara dua ‘macan’, Macan Putih vs Macan Kemayoran itu berlangsung dengan menarik, seimbang, dan enak untuk ditonton. Kedua tim yang notabene mantan juara liga, tampil all-out. Saking pentingnya laga itu membuat pelatih Persik, Daniel Roekito berjudi dengan memainkan striker Budi Sudarsono yang kondisinya tampak kurang fit.
Seperti dilansir dari LiputanBola.com, di menit ke-14, kapten dan striker andalan Persija, Bambang Pamungkas membuang peluang emas. Tendangan volleynya di kotak 16 meter melambung jauh di atas mistar gawang Persik yang dijaga Wahyudi. Satu menit kemudian, justru Persik yang unggul terlebih dahulu lewat tendangan keras Danilo Fernando dari jarak 20 meter. Gol ini terjadi akibat kesalahan yang dilakukan kiper Persija, Evgheny Khmaruk dalam mengantisipasi datangnya bola yang sempat memantul terlebih dahulu ke tanah.
Tertinggal membuat BP dkk tersengat. Didukung ribuan Jakmania yang datang ke Solo, Persija mencoba mengurung pertahanan Persik yang dikoordinir Aris Budi dan Fallah Johnson. Dalam empat menit, Macan Kemayoran memiliki dua peluang untuk menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas Ismed Sofyan yang melenceng tipis di sebelah kanan gawang Wahyudi dan sundulan Hamka Hamzah yang meluncur beberapa sentimeter di atas mistar.
Upaya Persija menyamakan kedudukan berbuah di menit ke-27 lewat aksi individu Aliyudin. Dua menit kemudian, Ismed lagi-lagi mengancam gawang Persik ketika tendangan bebasnya masih dapat ditepis Wahyudi. Di pengujung babak pertama, giliran Persik yang mengancam gawang Khmaruk lewat tendangan jarak jauh Peter Lipede dan Ronald Fagundez. Skor 1-1 bertahan sampai jeda.
Di babak kedua, kedua tim kian gencar mengincar gol tambahan. Persija mampu unggul 2-1 di menit ke-62 lewat sundulan BP memanfaatkan umpan lambung dari tendangan bebas yang diambil Ismed. Gol ini tidak terlepas dari kesalahan fatal yang dilakukan kiper Wahyudi dalam mengantisipasi jatuhnya bola.
Upaya Persik untuk menyamakan kedudukan baru berhasil 20 menit kemudian lewat tendangan Cristian Gonzalez. Gol tersebut memicu protes dari pemain Persija yang menganggap sebelum gol terjadi, Gonzalez lebih dulu melakukan pelanggaran terhadap Abanda. Alhasil, sekitar tujuh menit pertandingan terhenti. Pelatih Persija, Sergei Dubrovin pun bersitegang dengan ofisial pertandingan. Turun tangannya IGK Manila membuat BP dkk kembali melanjutkan pertandingan.
Anyway, Fair play memang masih menjadi barang langka di sepakbola Indonesia. Hormat akan keputusan wasit memang barang langka. Ketika ada yang salah, seharusnya protes boleh dilayangkan, tapi bukan kepalan tangan yang dilayangkan. Fiuh… Sampai kapan sepakbola Indonesia begini terus ya?



tetep dukung terus persepakbolan Indonesia, cayoo..
Silahkan anda klik http://www.bambangpamungkas20.com/berita/beritapersija.php?nonews=11
Ini adalah komentar dari pemain yang menyaksikan dan terlibat langsung dilapangan, bukan melihat di TV, atau media lainya. Bahkan jika anda melihat langsung di stadion, belum tentu anda mendapatkan fakta yang akurat. Karena sudut pandang penonton yang ada di stadion sangat terbatas.
Dalam hal ini saya tidak bermaksud untuk memutar balikan fakta atau sengaja mengagung-agungkan tim favorit saya, melainkan saya hanya ingin memberi masukan kepada teman-teman yang mungkin ingin tahu kejadian di lapangan yang sebenarnya.
Thanks Admin!!!
@shandy_becks:
Terima kasih masukannya. Mungkin saya akan kutip bagian yang penting supaya bisa dibaca oleh yang lain:
Kemarin (16 Januari 2008) partai Persiwa Vs Arema terjadi insiden pemukulan terhadap hakim garis yang dipicu oleh dianulirnya 2 gol Pato Morales yang memang menurut saya tidak sah, akan tetapi siapa yang berani mengatakan jika gol Mbamba itu tidak sah. Semua pemirsa saya rasa sependapat dengan saya bahwa gol Mbamba memang sah dan ketika gol itu dianulir mulailah terjadi ketidakpuasan dari suporter yang puncaknya terjadi pemukulan lagi, sehingga pertandingan pun tidak bisa dilanjutkan. Dan hari ini kembali kontroversi terjadi pada pertandingan Persija Vs Persik, gol balasan Persik yang dicetak Cristian Gonzales terlebih dalu didahului pelanggaran terhadap Abanda Herman, terlepas dari semua orang bisa berbuat salah akan tetapi semua kesalahan yang terjadi menurut saya sangat mendasar dan ini membuktikan bahwa kualitas wasit kita masih sangat kurang. Dalam pertandingan tadi juga diwarnai dengan perkelahian antar pemain setelah pertandingan yang dipicu oleh ulah Cristian Gonzales yang menendang Abanda dari belakang setelah pertandingan selesai. Kejadian itu memicu amarah Evgeny Khmaruk sehingga dia mengejar Cristian dan diikuti oleh Sergey Dubrovin. Memang harus kita akui bahwa Cristian Gonzales merupakan pemain yang sangat berkualitas dan menjadi salah satu yang terbaik di Liga Indonesia itu dibuktikan dengan 3 kali berturut-turut menjadi top score. Akan tetapi apa yang dia lakukan tadi jelas bukan contoh yang baik dan sangat tidak terpuji terlebih lagi status dia sebagai pemain asing yang seharusnya memberikan transfer ilmu yang baik kapada pemain lokal..