Metz chasing “Worst Record” in Le Championat

fc-metz.pngBagi penggemar Liga Perancis, atau yang lebih dikenal dengan nama Le Championat, tentu tidak asing lagi dengan klub FC Metz. Sekitar 8-10 tahun silam, FC Metz merupakan klub penghuni papan menengah-atas, bersaing dengan Bordeaux, Auxerre maupun Racing Lens.

Klub dengan kostum utama merah marun ini, juga mempopulerkan nama gelandang flamboyan Robert Pires, yang sempat digadang-gadang sebagai the next Zidane. Bahkan di bawah kendalinya, Metz berhasil menduduki runner up Liga Prancis musim kompetisi 1998.

Lalu, bagaimana gaung Metz musim ini ?

Metz tidak kemana-mana. Tetap di Divisi Utama Liga Prancis, namun posisi ke 20 dari 20 peserta, bukanlah hal yang patut dibanggakan dari klub berjulukan Les Grenats tersebut.

Coba bayangkan, dari 23 pertandingan, gawang Christophe Marichez, sudah dibobol 40 kali oleh tim lawan. Dan sebaliknya, kontribusi lini depan, sangat menyedihkan, dengan hanya menggelontorkan 12 gol. Dengan kata lain, terjadi keseimbangan antara lini depan dan lini belakang, dalam hal “kehancuran permainan”.

Saking buruknya Metz musim ini, sehingga banyak pengamat yang memperkirakan, bahwa klub tersebut akan berhasil menorehkan rekor-rekor jelek, yang akan tercatat sepanjang masa.

Metz “akan” mencoba mengejar rekor lowest poin in a season, yang masih dipegang oleh Lens dengan 17 angka. Saat ini Metz baru mendulang 9 angka.

Rekor kemenangan terendah dalam 1 musim, dipegang oleh Reims, Lens dan Nimes, ketiganya dengan hasil 3 kemenangan dalam 1 musim. FC Metz ? Baru mengecap 1 kemenangan.

Wah..wah…wah..sungguh ironis bukan ? Apalagi bagi klub penghasil Franck Ribery dan Robert Pires.

No comments yet.

Write a comment: