Logo AIG di Tempat Keramat Dilempari Fans

Klub raksasa Inggris, Manchester United kali ini mendapat protes dari para fansnya. Kemarin malam, Rabu (30/01) waktu setempat, aksi protes dilampiaskan dengan melempari bom cat ke logo AIG (sponsor MU) yang berada di salah satu sisi Old Trafford, didekasikan untuk para pemain MU yang meninggal pada insiden kecelakaan pesawat di Muenchen tahun 1958.

Juru bicara klub, Phil Townsend, pada Manchester Evening News, berkata: “Sepasang bom cat telah dilemparkan ke arah bagian Timur (bagian stadion yang didedikasikan untuk korban tragedi Muenchen 1958) tadi malam. Hal ini dilakukan oleh orang-orang idiot yang tidak dapat menghargai lokasi untuk mengenang anak-anak asuh (Matt) Busby!”


Disinggung tentang logo AIG yang berada di tempat tersebut, Townsend berkilah: “Itu bukan papan reklame. Itu adalah sebuah bentuk penghargaan dari mitra kerja kami dan kami merasa nyaman akan hal itu.” Pun demikian, tidak sedikit yang menganggap aksi vandalisme itu dilakukan oleh fans Manchester City. Kebetulan seremoni mengenang tragedi kelam itu akan dipusatkan pada laga derby Manchester di Old Trafford, Minggu, 10 Februari.

Pada partai tersebut MU akan mengenakan seragam merah polos–tanpa logo sponsor–dan tanpa mencantumkan nama pemain di bagian punggung. Juru bicara klub juga mengkonfirmasi poster besar yang menjadi sasaran bom cat itu telah diganti. Sementara tragedi Muenchen 1958 yang menjadi catatan kelam dalam sejarah perjalanan MU terjadi pada 6 Februari.

Sebelumnya para fans telah mengeluhkan logo tersebut yang mereka anggap terlalu vulgar dan mengurangi makna penghargaan terhadap korban kecelakaan pesawat tersebut. Namun seperti telah disebutkan, mereka tidak merasa terganggu akan hal itu. Hal lain yang juga telah dikeluhkan para fans MU adalah penggantian kata-kata di banner yang dilakukan oleh pengurus untuk memperingati 50 tahun insiden tersebut. Fans keberatan dengan digantinya kata-kata ’bouncing Babes’ menjadi ’bouncing Busby Babes’.

Di samping itu, fans MU juga jengah dengan sepak terjang owner klub, Keluarga Glazer , yang menaikkan tarif tiket secara semena-mena dan menjadikan MU sebagai ’sapi perah’ dalam menarik profit. Ditarik benang merahnya, AIG dan keluarga Glazer, sama-sama berpusat atau bisnisnya berbasis di Amerika Serikat. Jika benar aksi ini dikerjakan oleh fans MU, maka kejadian ini bukan yang pertama kali. Sikap anti-Glazerss pernah diluapkan fans MU ketika mendemo dan merusak kediaman Chief Executive MU, David Gill yang dianggap sebagai antek Glazers.

Sumber : LiputanBola.com