Lampu Merah bagi MU!

Lampu merah mulai menyala bagi Manchester United. Peluang The Red Devils mempertahankan gelar premiership benar-benar terancam setelah dalam derby Manchester yang berlangsung di Stadion Old Trafford, MU harus takluk 1-2 (0-2) dari tamunya Manchester City.

Kedua gol kemenangan bagi pasukan Sven-Goran Eriksson dicetak hasil tendangan Darius Vassell di menit ke-23 dan ’sundulan striker anyar Benjani Mwaruwari di penghujung babak pertama. Satu-satunya gol bagi MU dicetak Michael Carrick di menit ke-90 babak kedua.


Kemenangan di kandang lawan, Old Trafford, ini merupakan kali pertama bagi The Citizens sejak musim 1973-74. Dengan unggul 1-0 di pertemuan pertama yang digelar di City of Manchester Stadium, 19 Agustus 2007 lalu, The Citizens pun menoreh rekor double winners atas MU dalam semusim: sejarah kali pertama sejak 38 tahun yang lalu.

Tampil beda dari biasanya, memakai kostum klasik tanpa nama sponsor (AIG) plus bernomor punggung 1-16, MU benar-benar kehilangan akal saat menjamu City. Absennya dua pemain pilar, striker Wayne Rooney dan bek kiri Patrice Evra yang terkena akumulasi kartu membuat sedikit banyak ketajaman MU berkurang.

Hampir sepanjang 90 menit pertandingan, Ryan Giggs dkk mendominasi jalannya permainan. Tapi, Meski tampil lebih bertahan, City justru jadi tim yang sukses mencuri gol. Adalah Darius Vassell yang membuat The Citizen memimpin melalui golnya di menit ke-24. Gol ini bermula dari aksi brilian Stephen Ireland yang mengirimkan umpan terobosan kepada Martin Petrov. Bola kemudian disodorkan kepada Vassell. Dalam kesempatan pertama bola masih mampu ditepis kiper MU, Edwin Van Der Sar. Sayangnya bagi MU, bola rebound jatuh ke kaki Vassell. Dalam kesempatan kedua itu Vassel berhasil menaklukkan Van Der Sar. 1-0 untuk City.

MU tersengat. Dua menit setelah kebobolan, kiper City, Joe Hart melakukan aksi gemilang dengan menepis tendangan volley Tevez. Serangan bergelombang yang dilakukan MU justru menjadi senjata makan tuan. Beberapa saat waktu istirahat tiba, gawang MU kembali bobol. Kali ini lewat sundulan Benjani Mwaruwari meneruskan umpan silang Martin Petrov. Skor 2-0 bertahan sampai jeda.

Di awal babak kedua, Van der Sar kembali diuji menepis tendangan jarak jauh Dietmar Hamann. MU berusaha keras mencetak gol balasan. Upaya itu berhasil di menit ke-56 lewat Tevez. Namun, gol iu dianulir karena sebelumnya Tevez berada dalam posisi off-side.

Sir Alex yang memainkan Park Ji-Sung di menit ke-64, kembali melakukan rotasi pemain dengan menurunkan dua pemain sekaligus, Carrick dan Owen Hargreaves. Serangan MU lebih gencar. Sayang sampai jelang 90 menit usai, hanya satu gol yang didapat lewat Carrick. Tambahan waktu tiga menit gagal dimanfaatkan MU seiring dengan solidnya lini belakang The Citizens yang dikoordinir Richard Dunne dkk.

Kemenangan ini bagi Eriksson merupakan kemenangan kali ketiga baginya saat head-to-head dengan Sir Alex. Pada 1999 lalu, Eriksson sukses membawa Lazio menekuk MU sekaligus meraih Piala Super Eropa. Sebaliknya, kekalahan ini juga menghentikan rekor 13 kali kemenangan beruntun yang dicetak MU—terbaik dalam 103 tahun. Pun, hasil ini memberikan keuntungan yang sangat berharga bagi Arsenal yang berpeluang memperlebar jarak dengan MU menjadi lima poin jika dalam laga di hari Senin, 11 Februari, pasukan Arsene Wenger mampu menaklukkan tim tamu, Blackburn Rovers. Artinya, lampu merah bagi MU dan Sir Alex!

Sumber : LiputanBola.com

No comments yet.

Write a comment: