Pembuktian The Pharaohs

Suara miring kerap terdengar seusai keberhasilan Mesir menoreh rekor sebagai tim pertama yang mampu meraih gelar juara untuk kali kelima pada perhelatan Piala Afrika 2006 lalu. Pasalnya, ketika itu kompetisi paling bergengsi seantero Afrika itu digelar di Kairo, ibukota Mesir.

Kini, keberhasilan menoreh rekor baru, menjadi tim yang sukses meraih gelar untuk kali keenam di turnamen Piala Afrika 2008 yang berlangsung di Ghana, menjadi ajang pembuktian paling sahih bagi The Pharaohs, julukan bagi tim Mesir. Sekaligus menjadi jawaban jitu bagi nada sumbang yang terdengar dua tahun lalu.


Setelah sejak awal turnamen mempertontonkan permainan sepakbola menyerang yang enak ditonton, saat berhadapan dengan Kamerun di partai pamungkas, Mesir nyaris gagal mengulang keberhasilan dua tahun silam. Padahal, di partai perdana babak penyisihan Grup C, tim asuhan Hassan Shehata dengan dingin melibas Samuel Eto’o dkk dengan skor 4-2 (2-0), 22 Januari lalu.

Beruntung bagi Ahmed Hassan dkk, setelah tampil memesona sejak awal turnamen, palang pintu The Indomitable Lions, julukan bagi Kamerun, Rigobert Song, mantan bek tengah Liverpool, melakukan kesalahan fatal di menit ke-77. Bola yang lepas dari kontrol Song diserobot striker pengganti Mohamed Zidan, 26 tahun. Playmaker Hamburger SV itu bertarung melawan Song sampai kotak 16 meter sebelum Zidan melepaskan umpan kepada Mohamed Aboutreika yang tanpa kesulitan mengelabui Idriss Kameni.

Keberhasilan The Pharaohs mengukir rekor enam kali juara Piala Afrika itu juga memberikan kesan tersendiri bagi Shehata. Pelatih yang telah berusia 58 tahun itu menjadi pelatih kedua yang mampu mempertahankan gelar juara. Pelatih pertama yang mampu menuai rekor dua kali juara berturut-turut adalah pelatih asal Ghana, Charles Gyamfi, di pergelaran Piala Afrika “edisi” kelima yang dilangsungkan di Tunisia, 1965.

Tidak hanya itu saja kegembiraan yang diraih Mesir. Sukses di Ghana membuat kapten tim sekaligus pemain paling senior The Pharaohs, Hassan, 32 tahun, menjadi pemain Afrika pertama yang mampu mengangkat trofi tiga kali. Selain 2006 dan 208, Hassan menjadi punggawa Mesir ketika menjuarai Piala Afrika 1998 yang digelar di Burkina Faso. Ketika itu di babak final, Hassan mencetak satu dari dua gol kemenangan Mesir atas Afrika Selatan, 28 Februari 1998.

Sumber : LiputanBola.com

No comments yet.

Write a comment: