Madrid versus Roma: Duel Kepak Sayap
Menyimak laga ini, bersiaplah kita disuguhi duel kepak kepak sayap
dari kedua tim peserta lanjutan babak knock-out UCL 2007/2008 itu.
Formasi mencegangkan di gagas Madrid kala mereka menghancurkan Real Valladolid.
Memanen 7 gol di ladangnya Alvaro Rubio cs, tentu hal fantastis buat malaikat pirang itu yang kini asyik memelihara Raul Gonzales and The Gang
Kala itu Schuster memasang Robben dan Drenthe sebagai 2 sayap di kedua sisi area serangan. Sementara Fernando “The New Redondo” Gago dan Guti Hernandez berperan sebagai stabilisator dan jangkar lapangan tengah. Dan Julio Baptista memainkan peran baru sebagai penyerang lubang. Raul sendiri bermain main sebagai tukang gedor tunggal. Hasilnya adalah 7 gol tanpa balas.
Namun dengan skema serang yang sama kala menghadapi tuan rumah Real Betis, Los Galacticos malah dipecundangi 2-1. Walo saat awal-awal di babak pertama pergerakan kedua sayap, Robben dan Drenthe begitu eksplosif.
Ironisnya, Francesco Chapparo entrenador Betis yang berwajah sangat Indian itu.
Dengan cerdik membaca gelagat tersebut. Serangan monoton dari kedua sayap terbaca sudah, sementara Gago-Guti cenderung sebagai penyeimbang
dan sebagai penyapu bola.
Akhirnya Chapparo pun mengajak duel terbuka, sayap harus dilawan sayap.
Hasilnya adalah sayap Betis, Edu dan tukang gedornya, Pavone. Sukses melumat anak asuh malaikat pirang itu. Hingga Drenthe dan Baptista pun ditarik keluar
Yang menariknya adalah, Edu juga berposisi sayap kanan seperti layaknya Drenthe. Dan Edu juga sama-sama mencetak sebiji gol.
Sedangkan Pavone yang berperan sama dengan Raul, yaitu sebagai penggedor tunggal. Mencetak sebiji gol buat kemenangan Real Betis
Menghadapi serigala-serigala peliharaan Lex Spalleti tentu bukan perkara enteng buat Schuster. Walopun dia dengan gamblang mendengar serigala-serigala dari ibukota Roma itu pernah dilumat hidup hidup 6 gol tanpa balas oleh setan merah dari kota Manchester, Inggris. Pada laga UCL setahun silam.
Dan Schuster juga sangat tahu bahwa, Lex Spalleti punya 2 sayap mematikan bernama Mancini dan Taddei. Dua stabilisator dan jangkar di tengah Pizzaro dan De Rossi. Bahkan mereka juga memiliki seorang pangeran layaknya Raul Gonzales di Madrid. Pangeran Roma bernama Francesco Totti yang kerap berperan sebagai penyerang lubang atau bahkan penyerang tunggal.
Penyerang tunggal dia lakoni saat timnya kalah melawan Juventus 1-0, minggu dinihari 17 Februari 2008 silam.
Sementara penyerang lubangnya saat laga itu diperani oleh Simone Perotta
Akankah Schuster meng-copy cat ide brilian Chapparo yang sukses melumpuhkan sayap sayap peliharaannya? Sayap dilawan sayap. Itu sama dengan duel terbuka Mancini-Taddei melawan Robben-Drenthe. Tapi melihat Robben yang belum 100% tampil maksimal, dan fisik Drenthe yang agak kedodoran.
Melawan pelari cepat sekaligus pen-dribbling bola macam Mancini dan pelari cepat sekaligus jagoan umpan crossing macam Taddei adalah resiko besar yang siap diterima Madrid. Apalagi keduanya lebih bugar dan on fire ketimbang Robben yang baru sembuh dan Drenthe yang jarang dimainkan
Atau mengoptimalkan duo R, Raul dan Ruud? Sementara Robinho dibekap cedera
Posisi kiri di tengah lapangan haruslah disematkan ke pundak Baptista.
Mengingat penganut sekte jogo bonito itu pernah memainkan peran tadi kala jadi anak didik The Professor di Arsenal, setahun silam
Biarkan Diarra sebagai penyapu dan perebut bola di tengah, ditemani stabilisator Gago sang Redondo baru.
Sementara Guti Hernandez bisa digeser mengisi sisi kanan lapangan.
Kondisi terlahir kembalinya salah satu pemain senior di Madrid itu, jelas bisa dioptimalkan Schuster. Untuk menaruhnya di sisi kanan lapangan.
Baptista-Guti tentu akan meredam serangan sayap yang digalang Mancini dan Taddei, Diarra bakal meminimalisir pergerakan Perotta. Dan buat Gago pribadi ini adalah duelnya melawan De Rossi, karena sama-sama berdarah muda.
Tapi bila Schuster tetap maksa memasang sayap sayapnya menghadapi serigala serigala Roma itu, tentunya adalah suguhan laga yang menarik dan seru tentu saja.
Karena siap siap saja kita disuguhi duel kepak kepak sayap.


