Catatan Ringan Jelang Euro 2008 - Italia & Inzaghi
Inzaghi seperti membawa miracle buat Gli Azzuri. Ketika dia dibekap cedera dan tidak ikut ke Portugal pada piala Eropa 2004 silam, Gli Azzuri malah diusir oleh bangsa-bangsa Viking Denmark dan Swedia di penyisihan grup C.
Konon Mr Trap pelatih Gli Azzuri saat itu doyan ber-eksperimen dengan pola 4-3-3 yang memang pola haram buat Gli Azzuri yang biasa memainkan pola 4-4-2. Dengan pola 4-3-3 itu, Mr. Trap sering memainkan Del Piero, Vieri dan Totti berbarengan di depan dan memasang C. Zanetti-S.Perotta-M. Camoranesi di tengah. Talenta hebat Gatusso dan Pirlo saat itu bener-bener dikubur Mr. Trap di bench. Mr Trap tidak habis pikir dengan pola serang nan frontal seperti itu akan bisa kepak koper pagi-pagi. Penggila Gli Azzuri pun saat itu merindukan sosok kerempeng yang sangat oportunis. Filippo Inzaghi, eks predator Juventus dan AC Milan. Kerinduan itu sangat beralasan karena ketika ajang piala Eropa 2000, Inzaghi termasuk kedalam elemen penting Gli Azzuri saat itu.
Inzaghi yang waktu itu diboyong Zoff, bersama rekan-rekan satu Azzuri-nya hampir saja jadi juara Eropa 2000.
Sayangnya keberuntungan menjauhi mereka akibat gol injury time Trezegol. Waktu itu Dino Zoff yang manut pada pakem grendel, membawa Italia melangkah ke final bertemu tim pemegang juara dunia saat itu. Prancis (maklum Zoff adalah anak didik Enzo Bearzot di piala dunia 1982, grendel datang Italia menang, Rossi girang)
Dengan pola 4-4-2 grendel, di depan anteng Totti dan Inzaghi sementara di tengah. Grendelisasi tengah-depan tercipta karena disana nongkrong Zambrotta-Conte-Ambrossini-Fiore Dan Maldini-Nesta-Iuliano-Cannavaro.
Si Biru dari Italia dikalahkan Si Biru dari Prancis. Setelah menunggu selama 32 tahun. Inzaghi dan kawan-kawan berhasil memuluskan jalan Italia ke final Euro 2000.
Filippo Inzaghi si oportunis nomor wahid itu kini kembali ke Gli Azzuri. Dia bukan Paolo Rossi ataupun Salvatore “Toto” Shillaci, yang membuat keajaiban di piala dunia 1982 dan piala dunia 1990. Inzaghi adalah predator oportunis yang lihai memanfaatkan peluang sekecil apapun. Menjadi sebuah gol yang bernilai tinggi (baca:menyelamatkan).
Gol-golnya sederhana, tidak serumit gol-gol nya Marco Van Basten atau gol-gol anehnya Samuel Eto’o. Inzaghi sosok yang pernah dipuja Juventini karena gaya simple-nya dalam mencetak gol, dia juga kini menjadi sosok penyabar yang mematikan.
Inzaghi walau kepastiannya ke Euro 2008 masih menggayut, terlebih Fabio Q juga sedang gape mengemban tugas dari Donadoni. Tapi bila dia jadi bermain bersama Gli Azzuri, Inzaghi akan ditemani sahabat-sahabatnya di AC Milan. Trio Gatusso-Pirlo-Ambrossini memang kini jadi andalan Donadoni lini tengah. Donadoni benar-benar sukses meng-copycat jerih payah Don Carletto di Milan.
Kita semua dan khususnya para pemuja Italia, tetap sabar menunggu aksi-aksi Inzaghi di Austria-Swiss. Sesabar Inzaghi yang tidak pernah putus asa apalagi protes keras akibat berkarat di bench.



Agak sulit Pippo masuk skuad lagi, bahkan Del Piero pun ga dilirik. Skuad definitif hampir pasti yg kemaren dipanggil buat lawan Portugal. Tapi dari pengalaman, Italia sering manggil pemain tak terduga di menit akhir dan justru pemain itu jadi bintang. Contohnya mungkin bisa dilihat pada Paolo Rossi dan Salvatore Schilacci.