Liverpool Gemilang

When you walk through a storm
Hold your head up high
And don’t be afraid of the dark
At the end of the storm
Is a golden sky
And the sweet silver song of a lark
Walk on through the wind
Walk on through the rain
Tho’ your dreams be tossed and blown
Walk on, walk on
With hope in your heart
And you’ll never walk alone
You’ll never walk alone
Yeah. Pertandingan yang luar biasa!
Biarpun gagal melaju di Piala FA, The Kop tidak henti-hentinya mendukung klub kesayangan mereka -> Liverpool, bagaimanapun itu kondisinya. Dikala seperti masuk ke sebuah labirin, selalu menemui jalan buntu saat melawan Inter diawal-awal pertandingan, The Kop tidak henti-hentinya menyanyikan lagu You’ll Never Walk Alone.
Pertandingan Liverpool kontra Inter Milan di Anfield dini hari tadi berjalan dengan tempo sedang pada awalnya. Liverpool lebih aktif menyerang namun tidak mampu menembus ke dalam kotak 16 meter. Kontrol benar-benar dipegang anak asuh Benitez ketika Marco Materazzi menerima kartu kuning kedua pada menit ke-30. Wasit Frank de Bleeckere mengganjar Materazzi karena dua kali ia ’menakali’ Fernando Torres.
Tuan rumah merangsek, tapi tanpa hasil. Peluang terbaik di dapat Gerrard melalui penetrasinya di sisi kanan kotak penalti. Hanya dua kali kiper Julio Cesar mengamankan gawangnya, itupun dari tendangan jauh yang mudah diantisipasi. Sementara Roberto Mancini menginstruksikan Cristian Chivu turun menemani Cordoba sebagai palang pintu.
Taktik Mancini di babak kedua diubah menjadi murni 4-4-1. Patrick Viera masuk menggantikan Julio Cruz. Liverpool menggalang serangan. Torres dan Sami Hyypia memiliki peluang namun belum ada yang mampu menjebol gawang Inter. Benitez memasukkan Peter Crouch dan diikuti Jermaine Pennant.
Masuknya Crouch dan Pennant membuat konsentrasi pertahanan Inter terpecah dengan banyaknya pemain yang harus diawasi. Pennant beberapa kali menghidupkan serangan dari sisi kanan. Drama di Anfield akhirnya dimulai menit ke-85. Umpan silang Pennant diselesaikan Kuyt dengan tendangan setengah voli. Bola mengenai kaki Maicon yang membuat Cesar terperdaya. 1-0 untuk Liverpool. Kemenangan digandakan Gerrard di menit terakhir dengan indah. Tendangan mendatar diagonal menyayat gawang setelah sebelumnya menerpa tiang sebelah kanan Cesar.
Bagaimanapun, ini baru pertandingan pertama. Kita tidak tahu nanti bagaimana hasilnya di laga kedua. Karena laga kedua akan dilakukan di kandang Inter Milan. Dan Inter pasti berbenah untuk menghindari perubahan strategi ditengah permainan yang biasa dilakukan oleh Benitez, seperti dilakukannya tadi pagi.
***
Referensi: LiputanBola



Saat ini, Don Fabio sedang “menutup muka” dari tatapan publik Inggris..
pasalnya dia lebih memilih Ashley Young dan David Bentley.
Untuk menjadi “ban serep” SWP di posisi sayap kanan
Sosok Jermaine Pennant, benar-benar telah membuat Don Fabio akan mengkaji ulang langkahnya, soal dua kebijakannya itu menarik Young dan Bentley….
Pennant, kini berubah wujud menjadi sosok super sub..
dan sepertinya Don Fabio akan “meminta maaf” ke Pennant
Welcome back, Pennant….!
Saya bukan fans inter dan pool, tapi pertandingan ini menjadi kurang menarik semenjak materazzi di-kartumerahkan. kalau mau jujur melihat keseluruhan pertandingan, semestinya yang perlu difokuskan bukan “liverpool gemilang” tapi “inter tidak mampu bertahan (dgn 10 orang)”.
Semestinya (dengan surplus 1 pemain didukung fans sendiri di kandang) tim sekaliber liverpool bisa membuat gol lebih cepat, bukan pada 5 menit terahir.
Tapi kalau melihat hasil 2-0, sepertinya lumayan berat untuk inter bisa memutarbalikkan keadaan, semoga di away leg benitez tidak menerapkan taktik bertahan.
Bravo untuk stevie “the real captain” gerrard….kayanya don fabio gak salah milih kapten.
@miyabi:
dikartumerahkannya matrix, saya justru melihat hal ini menarik. bagaimana benitez harus mutar otaknya yang walaupun ditinggal bek tangguh, masih kelabakan menembus pertahanan inter.
“Tapi kalau melihat hasil 2-0, sepertinya lumayan berat untuk inter bisa memutarbalikkan keadaan, semoga di away leg benitez tidak menerapkan taktik bertahan.”
>> sebuah tindakan yang cukup kurang pintar jika dilakukannya, mengingat Abramovic pasti akan bermain gila dikandang sendiri…