Pertengkaran yang positif

mancini.jpgRibut di luar lapangan, namun kompak luar biasa di rumput hijau. Itulah gambaran pemuda-pemuda Giallorossi. Setelah tertinggal lebih dahulu 0-1 dari Real Madrid, serigala merah bagai tersengat dan membalikkan keadaan melalui gol-gol, David Pizzaro dan Amantino Mancini.

Banyak yang tidak tahu, bahwa kemenangan Roma justru terjadi ketika mereka dilanda konflik antar pemain. Tidak hanya melibatkan seorang pemain melainkan 4 orang pemain sekaligus !!!!

Bahkan terjadi pertengkaran yang melibatkan konflik fisik pada latihan tim, jelang pertandingan besarnya melawan Real Madrid.

Hari minggu, 18 Februari 2008, terjadi keributan yang melibatkan pemain senior Christian Panucci dengan Alberto Aquillani. Namun keduanya justru menampilkan kolaborasi yang solid pada game di lapangan.

AS Roma memang rentan perpecahan
, sebelum kasus Panucci-Aquillani, banyak yang sudah mafhum mengenai “perang dingin” diantara Il Capitano Francesco Totti dengan winger atraktif Amantino Mancini. Keduanya tidak pernah berbicara satu sama lain, selama 2 tahun !!!

Lain di luar lain di dalam,  AS Roma masih tetap menampilkan sepakbola yang sedap dipandang mata. Baik Totti maupun Mancini, bahkan berkali-kali menjadi motor serangan tim. Seperti apa yang ditunjukkan rabu lalu, ketika Totti mati akal, Mancini menutupnya dengan permainan eksplosif. Dan sebaliknya ketika Mancini sempat mandek di Seri A, Totti berhasil menggantikan peranan sang pemain asal Brasil tersebut.

Profesionalitas personil serigala merah patut diberikan acungan jempol. Sampai saat ini mereka masih menduduki runner up klasemen Lega Calcio Seri A. Dan masih melaju di fase gugur Liga Champions.

Hasil positif yang yang diperoleh di kandang sendiri, membuka peluang Roma melangkah ke babak selanjutnya. Namun, allenatore Spaletti perlu melakukan konsolidasi lebih jauh, apalagi jika mengingat hasil tahun lalu. Ketika itu meski unggul 2-1 di Olimpico, Roma malah terbantai 1-7 di Old Trafford.

Konflik internal berhasil dikonversi dengan semangat bersaing demi kesolidan tim. AS Roma tidak berdiri sendiri mengajarkan hal tersebut. Grobbelaar dan McManaman  pernah melakoninya di Liverpool, atau Lee Bowyer-Kieron Dyer di Newcastle.

Yang paling anyar dan sukses ? mungkin adalah kisah Miroslav Djukic, bek sapu jagat dengan Santiago Canizares, sang kiper Valencia. Keduanya tidak saling bicara, namun kesepahaman “hati” di dalam lapangan, mengantarkan El Che, 2 kali ke final Piala Champions.

Well, said who rivals can’t be teammates ? :)

No comments yet.

Write a comment: