The Red Devils (Episode I, A Film by Sir Alex Feguson)

Sir Alex Feguson MUSir Fergie memang piawai dalam hal meracik sebuah tim hebat…
tidak perlu glamour seperti Inter Milan atau flamboyan seperti Chelsea, tapi cukup dengan sistem kolektifitas terpadu.

Impiannya untuk mewujudkan sistem itu sukses besar di tahun 1999
Kala itu sistem tengah mereka yang diisi Giggsy-Keane-Scholes-Beckham
meracuni semua sistem yang ada di tanah Britain dan eropa buktinya adalah raihan tribble winner

Tangan dinginnya pun kerap mencetak kilauan mutiara-mutiara yang menghiasi Old Trafford

Mulai dari Beckham, Chadwick, Brown, Neville Brother, dll adalah bukti
betapa dia memiliki insting yang tajam dalam hal urusan mengolah talenta-talenta baru.
Hal itu dia lanjutkan ketika mengendus keberadaan Christiano Ronaldo di tanah Portugis dan Wayne Rooney di tanah britain

Upaya untuk mengulang sukses 1999 terus dia pupuk seiring dengan semakin matangnya para deretan darah muda yang dia kantongi
Termasuk upaya menciptakan 2 midfielder di tengah calon pengganti Scholes dan Keane kelak..
Namun sir Fergie juga manusia, jadi diapun alami pasang surut pembentukan skema kolektifitas terpadu ala The Red Devils

ROY KEANEImpiannya mengganti posisi Roy Keane dimasa mendatang tak pernah surut dibenaknya
Mulai dari Kleberson gelandang jangkar Brasil yang tidak laku di timnas-nya
Kemudian Eric Jemba Jemba dan Juan Sebastian Veron
Sampai wacana sir Fergie mendatangkan Ruben Baraja dari Valencia
Ketika Keane pergi, Ruben-lah yang layak menggantikan tempat Keane

Begitu sir Fergie pernah berucap ketika mulai alami ketidak cocokkan dengan sang Keano 16.
Apalagi menurut godfather Liga Inggris itu, visi dan sentuhan Keane mulai tumpul digerogoti usia.

Apa lacur kebijakan Sir Fergie dalam belanja ketiga pemain tersebut, gagal memenuhi ambisinya
membuat sistem seperti tahun 1999
Kleberson, Jemba Jemba dan Veron gagal total berkarya nyata di teater impian
Hingga kecewanya Fergie melihat anti-klimaksnya Baraja di Valencia maupun di timnas Spanyol.

Bukan Sir Fergie namanya, kalo berhenti sampai disitu.
Rentang waktu 20 tahun lebih mengarahkan The Red Devils menjadi kekuatan terpadu
adalah bukan pekerjaan enteng.
Dan terus terang itu adalah modal paling besar yang dia miliki
Dari situlah, kembali insting tajamnya sebagai sosok pelatih KW1 terlahir kembali.

(Bersambung)

1 comment:

  1. Panda, 24. February 2008, 23:33

    Sir Alex Ferguson bukan sekedar sosok pelatih KW1 ya…he’s so special…
    Menurutku sih Chadwick gagal di Theatre of Dreams, dan dia gak lebih dari seorang pemain cadangan, bahkan masuk starter pun jarang banget…
    Syukurlah, Sir Alex menemukan seorang Cristiano Ronaldo…he’s great…kalo musim ini United berhasil meraih gelar tertinggi Eropa (Champions League) maka aku yakin Ronaldo bakal jadi pemain terbaik dunia tahun 2008…
    GLORY GLORY UNITED !!

    Salam Satu Jiwa !!

     

Write a comment: