Chelsea Merugi Atau Makin Kaya?
Lupakan sebentar soal kekalahan Chelsea dari The Spurs di final Piala Carling. Sekarang kita akan menyoal kondisi keuangan Chelsea di media massa yang beberapa hari terakhir hangat dibicarakan.
Dilaporkan bahwa Chelsea mengalami kerugian. Kerugian Chelsea sampai Juni 2007 total mencapai 74,8 juta pound atau dengan kata lain, jika kurs 1 pound sama dengan Rp 18 ribu, maka kerugiannya mencapai Rp 1,33 triliun.
Tapi, jika kita membaca daftar peringkat klub terkaya berdasarkan sebuah firma akuntansi ternama, Deloitte, dilaporkan bahwa Chelsea menduduki peringkat ke 4 sebagai klub sepakbola terkaya dengan menerima pemasukan 211 juta pound atau Rp 3,7 triliun.
Membingungkan?
Ya, sangat membingungkan. Kalau chelsea menerima pemasukan 211 juta pound, otomatis kerugian Chelsea sebesar 74,8 juta pound sudah bisa ditutupi. Tapi kenapa masih dikatakan Chelsea merugi?
Kalau memang merugi, berarti daftar 20 klub terkaya ini:
1. Real Madrid – 261 juta pound
2. Manchester United – 234 juta pound
3. Barcelona – 216 juta pound
4. Chelsea – 211 juta pound
5. Arsenal – 196 juta pound
6. AC Milan – 169 juta pound
7. Bayern Muenchen – 166 juta pound
8. Liverpool – 150 juta pound
9. Inter Milan – 145 juta pound
10. AS Roma – 117 juta pound
11. Tottenham Hotspur – 114 juta pound
12. Juventus – 108 juta pound
13. Olympique Lyonnais – 105 juta pound
14. Newcastle United – 96 juta pound
15. Hamburg SV – 90 juta pound
16. Schalke 04 – 85 juta pound
17. Celtic – 83 juta pound
18. Valencia – 80 juta pound
19. Olympique de Marseille – 74 juta pound
20. Werder Bremen – 72 juta pound
Bisa dibilang hanyalah akal-akalan media massa untuk meningkatkan brand klub-klub tersebut? Ataukah akal-akalan bagian keuangan masing-masing klub supaya bisa menambah dana pinjaman ke bank?
Bukankah yang namanya kerugian dilaporan keuangan adalah laba rugi tahun berjalannya mengalami minus? Pemasukan Chelsea sebesar 211 juta pound hanyalah salah satu cost center dari laporan laba rugi dan setelah dijumlah dengan cost center yang lain didapat laba rugi berjalannya? Lalu, kenapa media bisa menyimpulkan bahwa Chelsea mengalami keuntungan dan mengurutkannya diperingkat ke 4?



Chelsea belum pernah untung sejak dibeli Abramovich dan memang (kelihatannya) nggak cari untung karena Chelsea memang dijadikan bendera
@ Hedi :
Betul sekali bung hedi….. perhitungan oleh Deloitte, sebenarnya tidak selalu memperhitungkan nilai klub secara nominal…..melainkan juga nilai klub tersebut di pasaran (intrinsik) akibatnya semuanya serba relatif, dan bahkan melambungkan jauh nilai klub di atas nilai sebenarnya
MAKIN BINGUNG!
kayaknya bolanova perlu merekrut penulis gila bola tapi juga ahli akuntansi, hehehe…