The Young Guns di Sarang Il Diovolo Rosso eps.1
Don Carletto, playmaker Gli Azzuri tahun 1990 sekaligus pemimpin sekte il Diovolo Rosso..sedang gusar hatinya. Di tangannya masih terdapat secarik kertas tentang kebulatan tekad gerombolan koboi-koboi muda asal kota London. Yang berencana menyerang sarang sekte yang dipimpinnya.
Mendung pekat-pun masih menggayut kota Milan, tempat dimana sekte itu bernaung
Peran serta di UCL tahun depan tentu tidak akan mulus, selain di Lega Calcio masih harus berjibaku dengan serigala Roma, zebra Turin dan pasukan Ungu Viola. Di ajang UCL tahun ini malah diwajibkan mengusir The Young Guns tanah Briton, yang mashur disebut The Gunners. Teror barisan koboi muda di Liga Premiere itu kini mulai mendatangi kota Milan
Aroma ketakutan mulai melanda kota Milan…
Warga Milan berasa takut sedemikian rupa bukan tanpa alasan, karena konon dalam tubuh The Young Guns itu hidup sosok Fabby-Hleb-Adebayour. Yang diyakini sebagai biang dan sumber kebangkitan The Gunners..
Sangking ketakutannya, warga Milan sama sekali tidak berani menyebut-nyebut nama The Young Guns, jangankan menyebut dengan jelas… berbisik saja mereka ngeri..
“Mereka, bagaikan wabah mematikan…The Red Devil, setan merah dari negeri Briton saja altarnya direnggut” kata Mario pemuda paruh baya pengikut sekte Il Diovolo Rosso…
“Tolong jangan sebut-sebut nama mereka dengan jelas disini…” ujar Vivian Cavagnale, gadis cantik tinggi semampai.. model sekaligus pemuja Il Diovolo Rosso…
alias Setan Merah dari negeri Italia…
Semua warga Milan pemuja sekte Il Diovolo Rosso..cemas dan dilanda ketakutan luar biasa, bukan karena sekte La Banaemata berhasil mengangkangi Diovolo..pada perebutan altar sakral Seri-A tahun ini. Tapi lebih karena disaat pasukan Il Diovolo Rosso grafiknya makin menanjak dan memberikan harapan besar buat para pemuja setan merah dari Italia itu
Harus menghadapi kenyataan, bertemu The Young Guns tanah Britons..
yang memiliki lusinan koboi-koboi muda yang ganas, kejam dan mematikan…
Sementara The Young Guns, dengan barisan mudanya yang makin memukau dunia
Il Diovolo Rosso kini malah dikenal sebagai barisan ujur di semua lini.
Mereka tidak berani memaksimalkan deretan barisan muda yang mereka miliki macam Yoan Gourcuff, setengah hati mengoptimalkan Paloschi.
Dan ragu-ragu memberikan mandat penuh kepada Pato
Skema serang Ambrossini-Seedorf-Pirlo-Gatusso-Kaka-Gila, begitu mudahnya dipelajari musuh-musuh Il Diovolo Rosso.
Makanya tak heran langkah mereka di rimba Serie-A begitu tertatih-tatih,
labil dan tak tentu arah. Terkadang sangat digdaya, namun sering pula memble di tangan tim tim medioker. Empoli pernah menikam Il Diovolo Rosso, begitu pula Cagliari dengan mudahnya mengangkangi Il Diovolo Rosso di ajang Copa Italia.
Don Carletto yang tetap dielus elus para petinggi Il Diovolo Rosso, hingga musim depan itu, tentu tak mau salah langkah bermain di sarang sendiri.
Menghadapi barisan muda yang semakin ingin diakui Eropa itu, akan semakin membuat Carlet, memutar otaknya demi raih hasil terbaik. Untuk menjaga nama besar sang pemegang tujuh gelar raja Eropa itu.
Berjudi memasang Pato-Inzaghi dengan mengabaikan si pemalas Gillardino, tentu bukan perhitungan matematis. Namun boleh disebut juga sesuatu yang masuk diakal. Mengingat gol-gol khas Pippo sudah sering menyelamatkan bahkan membawa Il Diovolo Rosso menjadi jawara. Ingat saja laga final UCL 2006/2007 silam lawan Liverpool dan laga Serie-A minggu silam melawan Palermo.
(bersambung)



wah ini namanya semi novel ( novel atau komik yaa)… hehehhehe….
keren mas tulisannya…. atraktif… unik… mantap lah pokoknya….
biasa aja ah, bung Seno…he.he.he..
udah baca serangan Young Guns ke The Red Devils belum… ;-p
blom mas… ga sempet… ni aja karena lagi ada waktu makanya kasi komentarnya kayak kesetanan ( semuanya di komentarin) hahahhahah…… tapi klo boleh saya kasih saran kayaknya unsur dramatis emang perlu tapi jgn terlalu di eksploitasi jor-joran karena bisa ngilangin eksensi dan inti dari tulisan itu sendiri, mengingat ini tulisan tentang olahraga ( amatir kok sok tau ya saya ) heheheheh
saya tunggu nih tulisan mas selanjutnya….
regards….
U terlalu berlebihan, AC Milan tak spt yang kau bayangkan,dari sejarah perjalanan kedua tim,milan lebih unggul dibanding dgn Arsenal.
coba kita lihat ke belakang, dari prestasi level eropa, milan telah juara liga champion sebanyak 7 kali, sedangkan Arsenal sangat jauh dari level klub berprestasi di kancah liga eropa
Arsenal,memang tim ini dijuluki the young guns,dari sisi pemain rata2 berusia 23-21, tetapi dari sisi pengalaman???, hasilnya masih dipertanyakan/diragukan.
Kita lihat AC Milan, memang rata2 umur pemain bisa dibilang uzur dan peforma berkurang.
Tetapi dari segi pengalaman, jangan diragukan lagi,dan milan melakukan perombakan di squad nya di musim 2008-2009 Serie A.
Dgn mendatangkan pemain mega bintang “Ronaldinho”, G.Zambrotta, M.Borriello yg menjadi top skorer musim lalu, dan mantan pemainya sendiri, “Shevchenko” walaupun milan gagal mendapatkan tiket ke liga champion,mengapa para bintang tsb memilih ke AC Milan.
Padahal AC Milan bisa dibilang pemain nya rata2 berlabel “old crack”???
1.kekeluargaannya sgt terjaga.
2.reputasi tim yg menyandang predikat klub yg sgt berprestasi di kancah level eropa.
3.banyaknya pengalaman para pemain.
Apa lagi ac milan dpt menyatukan Trio
KA-PA-RO. yg dibilang trio Brazil.
Milan terinspirasi melakukan trio2 pada timnya, dari pendahulunya
1.Gre-No-Li. Trio Swedia
2.Gullit,Rijkaard,dan Van Basten, Trio belanda.
Dan dipercaya melakukan racikan trio ala ac milan dipercaya bisa berprestasi lebih banyak,
padahal Ronaldinho menerima tawaran dari Man.city yg sgt menggiurkan.
Krn pemilik baru Man.City, Sulaiman Al-Fahim , kekayaanya mencapai 10 kali lipat dari taipan minyak Rusia, Roman Abrahamovic.
Jd tak beralasan jika milan tak berbicara banyak pada musim ini ,walaupun tim berlabel “old crack”.