5 Faktor Kekalahan Madrid

REAL MADRID AS ROMA1. Madrid tidak ADA Master Of Free Kick. Madrid memang memiliki peluang melalui tendangan bebas Julio Baptista yang berhasil diantisipasi Alexander Doni, namun, 2 kali Baptista mengeksekusi, 2 kali pula ia gagal. Padahal, jaraknya sudah sangat sempurna bagi seorang Master Of Free Kick untuk menghasilkan gol. Seandainya ada Wesley Sneijder, mungkin ceritanya akan lain. Iya. Seandainya…

2. Hadiah Kartu merah untuk Pepe. Dikeluarkannya Pepe jelas suatu kerugian yang sangat besar. Unggul jumlah pemain di lapangan, Roma berbalik tampil menekan dari sebelumnya selalu ditekan Madrid. Hasilnya tiga menit saja gawang Casillas koyak.


Dari umpan diagonal Tonetto di sisi kiri, Rodrigo Taddei yang tidak mendapat pengawalan berarti menyambar bola melalui sundulan. Casillas tidak bisa berbuat macam-macam. 1-0 Roma unggul dan menjadi kado istimewa Taddei di hari jadinya ke-28. Madrid yang tidak patah arang berhasil menyamakan kedudukan dua menit kemudian atau tepat di menit ke-75. Raul dengan tenang melepaskan tembakan menyusur tanah hasil umpan Robinho. Meski dari tayangan ulang terlihat offside tapi gol tetap sah dan skor berubah 1-1.

Roma meredam ambisi Madrid yang kembali tinggi berkat gol sang kapten. Namun dengan kekuatan pincang satu, tersingkirnya Madrid justru dipertegas oleh gol sundulan Vucinic dari tendangan bebas Christian Panucci di masa injury time.

3. Banyaknya pemain utama yang cidera. Kehilangan Wesley Sneijder, Ruud Van Nistelrooy dan Arjen Robben, jelas sangat-sangat mempersulit pasukan penyerang Madrid menghadapi dua palang pintu Roma, Juan dan Philippe Mexes yang bermain sangat bagus malam tadi.

4. Buruknya sisi kanan Real Madrid. Michel Salgado yang rajin membantu serangan, sering terlambat ketika diserang oleh AS Roma. Otomatis, barisan pertahanan kocar-kacir oleh permainan gemilang Manchini dan Totti. Ketika Michel Salgado ditarik karena cidera dan digantikan oleh Torres, semakin lengkaplah penderitaan Madrid. Pemain yang diangkat dari Madrid Junior, tidak bisa mengimbangi permainan para serigala muda AS Roma.

5. Kutukan 16 besar. Benar atau tidak, faktor ini rasanya memang sudah menghinggapi Real Madrid dalam 4 tahun terakhir. Real Madrid selalu gagal di babak 16 besar dalam 4 tahun terakhir. Tahun pertama, Real kalah dari Juventus. Tahun kedua, Real Kalah dari Arsenal, Tahun ketiga, Real Kalah dari Bayern Munchen. Dan tahun ini, Real kalah dari AS Roma. Ah… Semoga hal ini tidak terulang ditahun depan.

***

Sumber Foto: RealMadrid.com

3 comments:

  1. Harya Bimo, 9. March 2008, 12:38

    5 faktor kemenangan AS ROMA:
    1. GAK TAKUUT! datang ke kandang madrid dengan formasi menyerang (4-2-3-1) pizzaro dan panucci yang lebih bertahan diganti dengan aquilani dan cicinho yg menyerang.
    2. SEHAT! tidak ada injury di kubu Roma…..thank God 4 small mercies!
    3. SOLID! di belakang. mexes dan juan tampil prima. Siapa butuh chivu?
    4. TAKTIK! Pergantian pemain yg brillian. Panucci (1 assist) VUCIGOL (1 gol & pepe kartu merah)……..”welcome to the champions league Schuster!! u still need to learn!”
    5. MENTAL! semakin dewasa di CL. serigala muda roma bisa menjadi “Big Bad Wolf!” di masa yg akan datang.

     
  2. Andy N. Gultom, 9. March 2008, 22:06

    @ Harya Bimo :
    wuah…ke mana aja mas bimo ? lama ga muncul…eh begitu muncul, langsung memberi komentar yang berkualitas :)

    saya suka statement terakhir…BIG BAD WOLF….yeah you’re goddamn right bout that…..dgn permainan yang atraktif (bahkan jauh lebih menarik drpd Inter Milan), Roma punya kapasitas untuk mencapai puncak performa di tahun depan atau 2 tahun lagi..

     
  3. Harya Bimo, 10. March 2008, 10:14

    @ Andy:
    yes Im back!…….Ndy. Kayanya makin rame nih. Sukses terus buat Bolanova!

     

Write a comment: