Antara Spanyol Dan PSSI

kasus timnas spanyol dan pssiPSSI boleh bernapas lega sejenak mendengar kisah ini. Kisah nyata dari benua bermata biru. Ya, sepakbola Spanyol lagi ada borok akut terkait “perseteruannya” dengan FIFA. Sama seperti PSSI yang lagi dipukuli “bertubi-tubi” oleh Menpora, masyarakat cinta sepakbola nasional dan FIFA tapi tetap kebal dan tak bergeming.

Kesempatan Spanyol untuk mengikuti Piala Eropa 2008 semakin suram setelah Komite Olahraga Spanyol (CSD) mengatakan bahwa federasi sepakbola Spanyol (RFEF) tidak berada di bawah hukum FIFA dan harus melaksanakan pemilihan ketua umum sebelum 31 Maret dan bukan di bulan November seperti yang RFEF inginkan.


CSD yang dihubung-hubungkan dengan Menteri Pendidikan Spanyol, menambahkan mereka akan meninjau kesepakatan yang dicapai kongres RFEF sebelum mengumumkan keputusan akhir mereka. Keinginan RFEF untuk melakukan pemilihan ketua umum ini digelar sebelum 26 November didukung FIFA, sebab pemilihan ini dilakukan setelah perhelatan Piala Eropa.

Meski demikian, pemerintah Spanyol melalui CSD memaksa semua federasi olahraga, baik yang mengikuti olimpiade atau tidak, mengadakan pemilihan ketua umum pada tiga bulan pertama 2008.

“Tak ada satupun institusi, sepenting apapun (institusi) itu, dapat berada di atas hukum dan semua keputusan diambil di pengadilan,” sebut CSD dalam pernyataannya seperti dilansir AFP. Dalam pernyataan tersebut, CSD juga menambahkan bahwa mereka akan menganalisis kesepakatan yang diambil RFEF dan akan segera mengumumkan keputusannya.

Pernyataan CSD juga menyebutkan bahwa setiap perubahan peraturan harus mendapat persetujuan mereka. “Dalam tiap kasus, memodifikasi statuta dan peraturan dari sebuah federasi tidak dapat dilakukan jika tidak disetujui oleh CSD, yang merupakan perwakilan dari pemerintah,” seperti terpapar dalam pernyataan CSD.

Presiden RFEF, Angel Maria Villar, sebelumnya telah menuntut perubahan aturan pada CSD karena mereka juga harus tunduk pada statuta FIFA. Namun mereka harus menelan pil pahit, karena pada Jumat (29/02) pengadilan Spanyol menolak tuntutan tersebut.

Jika Spanyol terpaksa menerima sanksi FIFA berupa larangan mengikuti Piala Eropa, maka Irlandia Utara akan menggantikan mereka. Peristiwa seperti ini pernah terjadi sebelumnya pada perhelatan Piala Eropa 1992, di mana Denmark menggantikan Yugoslavia. Bedanya, saat itu Yugoslavia terkena diskualifikasi karena sedang terjadi perang di negara tersebut.

pssiMelihat hal ini, jelas FIFA memang bukan apa-apa jika dihubungkan dengan otoritas negara. Meskipun dia adalah badan tertinggi sepakbola di dunia, tapi kalau yang punya organisasinya tidak mau nurut, FIFA hanya bisa gigit jari. “Terserah elo deh,” kalau kasarnya.

Nah, sekarang disini, dinegara yang konon memiliki 5 Dasar Pancasila dan salah satunya berbunyi, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dimana artinya sebuah organisasi harus tunduk dengan yang punya kebijaksanaan yaitu pemerintah, masih tidak mau tunduk juga. Sudah diminta untuk mengganti ketua PSSI, dalam hal ini Bapak yang tercinta Nurdin Halid, masih tidak menggubris pemiliknya, Menpora.

Sudah FIFA membuat pengumuman yang jelas-jelas bikin malu Indonesia, lalu Menpora meminta juga PSSI selekasnya melakukan pemilihan ketua baru, masih saja PSSI cuek bebek.

Kalau sudah begini, paling enak, jelas lah, larang sepakbola Indonesia untuk mengikuti kompetisi tingkat Internasional, biar tahu rasa. Biarlah kita makin menyadari, bahwa kita tidak bisa menjadi katak dalam tempurung. Memiliki impian untuk menjadi yang terdepan dalam sepakbola dunia tapi tidak mau tunduk dengan aturan sepakbola dunia.

Kalau sudah begini, yang tepat untuk para pengurus sepakbola di Indonesia adalah, duduk yang manis, nyalakan TV dan saksikan pertandingan sepakbola yang tidak akan pernah ada tim nasional Indonesia.

Kalau sudah begini,
Dream on stubborn people…

***

Referensi: LiputanBola.com

Bonus: SekadarBlog.com :: Spanyol Dan Indonesia

1 comment:

  1. Antara Aragones dan Del Bosque | BOLANOVA.COM (Pingback), 16. March 2008, 0:01
     

    […] kemudian, tepatnya di Swiss-Austria. Spanyol akan datang kembali. Mungkin ya, mungkin tidak (baca : Antara Spanyol dan PSSI). Yang jelas mereka datang dengan status pinggiran. Dipinggir oleh tetangga Viking di Eropa Utara, […]

     

Write a comment: