SUPERSEMAR
Ini bukan soal surat perintah yang terjadi di dekade 60-an, yang sempat menghiasi lintas sejarah negeri ini. Tapi ini semata tentang surat perintah sebelas Maret yang terjadi di dekade millennium. Tepatnya tahun 2008.
Surat perintah tersebut turun, karena mengacu kepada 2 hal.
Pertama adalah menyoal tentang harga diri Lega Calcio dan kepantasan tradisi pemegang juara.
Ya, Inter Milan jelas kini menjadi wakil kedua Italia yang masih diharapkan
semua pecandu Lega Calcio secara umum dan Nerrazurri secara khusus.
Agar bisa terus melaju hingga babak perempat final laga UCL 2007/2008
Sementara Liverpool sendiri, menganggap diri merekalah yang lebih pantas melaju.
Tentu saja alasannya adalah karena tim yang berjuluk The Reds itu duduk di peringkat ketiga
sebagai yang paling sering menjewer si kuping gede,
yakni sebanyak 5 kali. Peringkat pertama Los Galacticos (9 kali) sudah duluan dicabik cabik serigala-serigala Roma,
peringkat kedua sendiri Il Diovolo Rosso (7 kali), tewas di-dor koboi-koboi muda The North Londoner.
Don Mancio, sebagai orang pertama yang menerima surat tersebut dari para jajaran elit Nerrazzuri.
Tentu makin was was dibuatnya, terlebih 2 temboknya Samuel dan Cordoba ambruk terkena cedera.
Di sisi lain, Mancio-pun harus rela kepalanya dibuat pusing tujuh keliling setelah kondisi Ibrahimovic,
Cruz dan Stankovic masih belum fit benar setelah sembuh dari cedera.
Belum usai rongrongan dari gerombolan The Reds di ajang UCL, di dalam negeri-pun Don Mancio serasa diancam dengan kegilaan seriga-serigala Roma dalam mengejar laju kencang anak buahnya. Apalagi anak asuh Lex Spalleti itu moralnya sedang terbang mengawang, setelah sukses mengubur Real Madrid yang notabene langganan di kejuaraan paling bergengsi seantero Eropa itu.
Lengkap sudah "penderitaan" rival sekota AC Milan itu, setelah jelang hajatan 100 tahun usianya-pun,
untuk pertama kalinya mereka kalah digebuk Napoli dan semakin dipepet AS Roma.
Sangat kontras bila dibandingkan dengan kondisi The Reds saat ini,
Rafael Benitez pantas sumringah, setelah surat perintah dari para petinggi klub sampai ke tangannya.
Semangat untuk melaju dan keinginan untuk menginjak empuknya rumput Luzhniky di negeri Rusia, makin membara saja.
Setelah dikubur Barnsley di ajang FA, laju kencang si merah makin tak terkendali.
Kalo Inter was was karena Ibrahimovic belum kembali ke jalurnya sebagai pembobol nomor wahid yang dimiliki.
Sementara Liverpool, dengan Fernando Torres-nya yang semakin menjadi banteng ketaton saja.
Dua kali hattrick yang dibuatnya ke gawang Middlesbrough dan West Ham United adalah bukti.
Betapa Torres kini bak banteng ketaton yang siap menanduk Inter
Untuk urusan dalam negeri-nya bahkan Liverpool sukses menyalip Everton, dan bersiap untuk mengejar laju Chelsea.
Itu semua diraih karena "kegilaan" Torres dan kemenangan beruntun yang diperoleh setelah kekalahan menyakitkan di ajang FA itu. Terakhir mereka melumat Newcastle United 3 gol tanpa balas (Torres-pun punya andil dengan sebiji gol-nya)
Don Mancio dan Rafael Benitez tentu terkondisi dengan situasi yang sangat berbeda,
Namun sama-sama sebagai penerima mandat surat perintah sebelas Maret tadi.
Masalahnya adalah, bunyi surat itu lebih condong ke menjaga harga diri Lega Calcio
atau kepantasan tentang si pemegang tradisi?
Inter Milan mencoba mengangkat harga diri Lega Calcio dan sebagai obat gagalnya AC Milan si pemegang tradisi.
Liverpool juga merasa ingin mengangkat harga diri Premiere yang belakangan semakin mentereng di kancah Eropa.
Liverpool bahkan bisa menjadi obat (bersama Manchester United dan Chelsea tentu saja)
gagalnya Inggris di kejuaran antar negera Eropa.
Jadi siapa yang berhasil menjalankan surat perintah sebelas maret tersebut?



wuih….. kirain konspirasi apaan….!!!!!!
Bola to..!!!!
Sejarah mencatat bangsa Romawi yang menaklukkan benua eropa…….
hehehhe……..!!
tetapi itu dah jadi masa lalu…. masa sekarang klub inggris yg mengaramkan 2 klub besar bangsa romawi…. liverpool menang……!!!!!!!!! horeee….!!!!!!!!!!!!
YNWA