Pemain Bintang Bukan Arti Segalanya

Ditulis oleh Angga WP

LOGO_KONTES_MENULIS_BOLANOVA Di abad 21 sekarang persepakbolaan dunia semakin maju. Banyak klub-klub sepak bola yang berlomba-lomba untuk meraih banyak prestasi baik di kancah lokal maupun di kancah internasional. Cara yang ditempuh sebuah klub untuk menyabet gelar salah satunya yaitu membeli seorang pemain yang telah berlabel "bintang". Memang pemain yang berlabel bintang dapat meningkatkan pamor bagi sebuah klub tetapi pemain bintang juga dapat membuat klub menjadi acak-acakan. Trend di era sekarang klub-klub berlomba-lomba dalam memperebutkan pemain bintang. Apalagi yang memperebutkan pemain tersebut adalah sebuah klub besar. Bila klub-klub besar telah mengincar seorang pemain biasanya klub besar itu akan melakukan apapun agar pemain itu dapat menjadi bagian dari tim tersebut. Tim-tim besar di Eropa seperti Real Madrid, Chelsea sangat berani sekali dalam mengucurkan dana transfer untuk merekrut pemain. Dalam pikiran sebuah klub besar biasanya menganggap bahwa pemain bintang dapat memberikan prestasi bagi sebuah klub.


Alasan itu memang masuk akal bila sebuah klub menginginkan sekali pemain bintang itu datang untuk membela klub tersebut. Tetapi untuk mendapatkan pemain berlabel bintang sangatlah tidak mudah. Biasanya harga yang dipatok oleh klub yang menjualnya sangatlah tinggi. Itulah menjadi faktor kenapa pemain bintang selalu datang ke klub-klub yang mempunyai dana yang cukup besar.

ronaldinho scisor kick

Tapi, pemain bintang tidak selalu menjadi kartu As bagi sebuah klub. Malah bisa jadi pemain bintang tersebut menjadi kartu mati bagi sebuah tim. Pemain bintang juga dapat membuat pelatih yang melatihnya menjadi frustasi karena tindakan yang dilakukan seorang pemain bintang seperti yang dilakukan Ronaldinho di Barcelona yang bertindak indisipliner. Pelatih sekaliber Jose Mourinho pernah mengalami masa sulit di Chelsea akibat ulah pemain bintang di Chelsea. Mourinho pernah berkata kepada pers bahwa semakin banyak pemain bintang yang datang ke sebuah klub semakin besar pula tuntutan untuk menjadi juara. Itu membuktikan bahwa pemain bintang tidak saja menguntungkan tapi merepotkan bagi sebuah klub. Selain faktor tuntutan faktor yang lainnya yaitu gaji seorang pemain bintang yang tinggi dan keegoisan untuk mendapatkan tempat di tim inti.

Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa pemain bintang tidak saja menguntungkan tetapi juga merugikan. Solusinya yaitu dengan cara menekan pembelian pemain yang berlabel bintang agar tidak memperbesar pengeluaran sebuah tim. Jalan yang lain yaitu dengan membeli pemain yang berlabel "biasa" untuk menjadikan pemain yang berlabel "wah" seperti yang dilakukan Arsenal maupun Roma. Tapi selain itu juga dapat ditempuh dengan cara mengorbitkan pemain muda binaan klub untuk menjadi pemain bintang seperti yang dilakukan Liverpool di tahun 1998 yang mengorbitkan Steven Gerrard yang sekarang telah menjadi pemain bintang yang berbanderol tinggi.

***
Ditulis oleh Angga WP sebagai bagian kontes menulis Bolanova II.

6 comments:

  1. Ecko, 14. March 2008, 19:04

    Pemain bintang hanya cocok untuk menjadi selebriti lapangan hijau. Tapi untuk menjadi sebuah tim yg tangguh, kumpulan pemain bintang saja tidak cukup.

     
  2. gin2, 17. March 2008, 12:38

    mang bener pemain bintang tak selamanya pantas bermain di lapangan hijau

     
  3. gin2, 17. March 2008, 12:41

    klo isa yang pantas bermain di lapangan hijau adalah orang yang sungguh-sungguh ingin memajukan team dan dirinya sendiri bkn hanya utk uang….

     
  4. cw bdg, 17. March 2008, 12:56

    klo bisa yg jadi pemain bintang tidak mengalami kontroversi di manapun karna pemain bintang menjadi acuan bagi pesepak bola di manapun berada

     
  5. Ricky, 10. April 2008, 13:17

    Toh kenapa klo klub besar membeli pemain bintang..?itu kan terserah pemilik dan pelatih klub itu sendiri,memang benar sih pemain bintang belum tentu menjadikan klub yang tangguh

     
  6. Adi Wirasta, 11. April 2008, 18:15

    @Ricky, memang belum tentu menjadikan klub yang tangguh.
    Tapi kalau lihat kenyataan di Madrid, semenjak di tinggal Beckham, Madrid kehilangan duit sampai 23 juta euro.
    Tuh, cuma gara2 seorang beckham :D

     

Write a comment: