Too Young, to shine…

phillippe-coutinho.jpgWayne Rooney baru berusia 17 tahun dan 111 hari, ketika menggoreskan tinta sejarah sebagai pemain termuda yang memulai debutnya dengan balutan kostum St. George Cross. Rooney menetapkan standar baru di persepakbolaan eropa.

Hal ini sebenarnya bukan sesuatu yang fenomenal, karena sebelumnya Johan Vonlanthen telah melakukannya bersama Swiss, atau Rio Ferdinand yang digadang-gadang semenjak berusia kencur. Dalam scope yang lebih kecil, debutan muda juga berlalu lenggang di klub-klub Eropa.

Sudah menjadi hal yang jamak, bahwa siapapun berhak untuk merumput, apalagi jika skillnya mumpuni. Ibaratnya, berlian akan terlihat bersinar, meski berada di dalam tumpukan lumpur. Meski demikian ada koridor-koridor tertentu yang mengatur prinsip kerja pemain sepakbola Eropa.

Sistem perundang-undangan di Eropa, mengatur secara jelas mengenai syarat 17 tahun sebagai umur minimal, ketika seorang pemain boleh untuk menandatangani kontrak profesional pertamanya. Sebuah sistem yang sebenarnya cukup fair, namun masih memiliki celah yang dapat dimanfaatkan pihak-pihak tertentu.

Presiden Klub Vasco da Gama (Brasil), Eurico Miranda, baru-baru ini mengeluhkan, pendekatan ilegal yang dilakukan raksasa Spanyol, Real Madrid terhadap pemainnya, Phillipe Coutinho (15 tahun).

Padahal FIFA mensyaratkan umur 18 tahun untuk transfer lintas benua, hanya saja Real Madrid menawarkan pekerjaan kepada orangtua sang anak dan iming-iming lainnya, untuk memuluskan jalan sang bintang muda, ungkap Eurico.

Dan untuk urusan yang satu ini, kami telah melaporkan kasusnya kepada FIFA, untuk ditindaklanjuti, lanjut Eurico lagi.

Sebelumnya, tahun 2006, River Plate (Argentina) melalui juru bicaranya, Jose Maria Aguilar juga menyatakan hal yang serupa. “Terlalu banyak kejadian aneh, ketika seorang ibu paruh baya mendapat tawaran pekerjaan sebagai koki di Eropa, dan entah kebetulan atau tidak, anak sang ibu adalah seorang jenius sepakbola berusia 14 tahun…”

Real Madrid memang pecinta bakat latin. Sebelumnya, Los Galacticos telah mencaplok Robinho dari Santos pada umur 21 tahun dan Gonzalo Higuain (19 tahun) dari River Plate. Pemain muda berbakat Brasil terakhir yang diambil oleh klub besar Eropa adalah Breno. Breno (18 tahun), bek tangguh asal klub Sao Paolo, berhasil dipinang Bayern Muenchen pada awal Januari 2008.

Hukum alam memang tak bisa ditolak, apalagi bagi negara dunia ketiga macam Brasil dan Argentina, yang punya segudang talenta. Dengan kondisi ekonomi yang tidak terlalu bagus, mencari nafkah dan kehidupan yang lebih baik, adalah sesuatu yang sangat manusiawi, tentunya anak-anak kecil tersebut sudah mengerti apa maknanya menjadi pesepakbola bagi keluarganya masing-masing.

4 comments:

  1. Ecko, 23. March 2008, 3:31

    Madrid memang tak pernah kekurangan akal untuk mendatangkan pemain yg diincarnya. Berbagai macam usaha akan dilakukan agar pemain incaran dapat segera mengenakan seragam putih-puith Los Blancos.

     
  2. Bolanisti, 23. March 2008, 3:51

    Itulah Madrid, Kang.

     
  3. seno, 26. March 2008, 15:58

    kok kayak cara kerja mafia yaa.. yg menggunakan segala cara buat mencapai tujuannya… mau itu legal atau ilegal ga masalah yg penting kemauannya terpenuhi..

     
  4. Adi Wirasta, 27. March 2008, 12:47

    @All:
    Waduh, kok jadi madrid nih biang keroknya. Tim-tim papan atas juga gitu.
    Contoh paling dekat: Milan nggaet Pato. Nah, tuh gimana??

     

Write a comment: