Why USA “hates” Soccer ?

anti-soccer.pngJudul tulisan ini, tidak menggambarkan bagaimana diskriminatifnya USA (Amerika Serikat) dalam memberikan perlakuan atas cabang-cabang olahraga di negaranya. Karena seperti telah kita ketahui bersama, USA merupakan salah satu negara yang memberikan kebebasan kepada warga negaranya dalam banyak hal.

Melalui tulisan ini saya ingin menyoroti permasalahan, mengapa sepakbola kurang mendapat tempat di hati masyarakat Amerika Serikat. Berbeda dengan cabang olahraga lain yang cukup popular di sana, seperti bisbol, basket, hoki es dan American Football, sepakbola relatif masih miskin publikasi dan minim penonton.

Berbagai upaya terus dilakukan oleh aktivis sepakbola USA, seperti diantaranya penyelenggaraan Piala Dunia 1994, Piala Emas Concacaf, dan lain-lain.

Bahkan jauh sebelum itu, semenjak tahun 1970-1980an, pemain-pemain hebat seperti Pele, Franz Beckenbauer dan Johan Cruyff, ditransfer untuk bermain di klub-klub sepakbola di USA. Alasannya jelas, untuk meningkatkan popularitas olahraga sepakbola, sekaligus meningkatkan fans bola di negeri paman sam.

Mega kontrak David Beckham oleh LA Galaxy, selama 5 tahun dengan nilai 250 juta dollar (termasuk image rights), merupakan cara terakhir USA dalam meningkatkan market share olahraga sepakbola. Akan tetapi fakta menunjukkan, masih sangat sulit bagi sepakbola di USA mengalahkan dominasi American Football, basket dan hoki.

Apa pasal ? Jawabannya adalah kecenderungan orang USA yang menyukai olahraga dengan skor besar. Basket dan American Football, dianggap lebih atraktif karena menghasilkan angka yang besar, puluhan bahkan ratusan.

Bisbol, meskipun kadang berskor kecil, tetapi averagenya , selalu hampir mencapai 2 digit, selain itu rolling pemain dan jumlah inning di bisbol, yang memungkinkan pergantian permain secara kontinyu, dianggap lebih baik dibandingkan sepakbola yang cenderung statis (pemain yang sudah diganti dalam sepakbola, tidak boleh kembali masuk ke lapangan).

Funny but is real…Big country such us USA still think that big numbers are important than the game it self…..

4 comments:

  1. yopie pieters, 24. March 2008, 9:40

    sumbernya darimana niyh? masa cuma itu aja penjelasannya…

     
  2. Hedi, 24. March 2008, 10:36

    Soal skor besar itu sudah dihitung banyak orang, salah satu handycap juga.

    Sebenernya ada yg lebih pas kenapa soccer ga ngetop di Amrik. Pertama, sports showbiz Amrik menggunakan kekuatan industri televisi. Iklan dan promosi jadi lebih menjanjikan.

    Kedua, nah ini masalahnya. Soccer cuma punya dua babak dan masa istirahat “cuma” 15 menit. Dengan durasi segitu, ga banyak pengiklan yang mau pasang atau ga banyak tv yang mau nyiarin karena durasi buat iklan sedikit. Andai soccer pake sistem inning (set), pasti ngetop di sana karena coverage-nya juga luas.

    Basket (4 quarter dan ada banyak time out), baseball (banyak inning), ice hockey (inning), dan American Football (inning)…Ini yg disenengin orang amrik, bisa jajan saat istirahat :D

     
  3. Kamaludin, 25. March 2008, 22:06

    Bisa jadi dikemudian hari mereka bisa seperti Jepang. Yang katanya lebih suka olahraga permainan one by one.

     
  4. Andy N. Gultom, 25. March 2008, 22:57

    @ hedi :
    100 untuk bung Hedi, semua yang anda katakan itu benar adanya…. bahwa USA memang lebih suka jeda-jeda tertentu demi kepuasan sponsor

    @kamaludin :
    bisa dishare mas kamal ? sayak kurang paham tentang permainan one by one ?

     

Write a comment: