World Cup di Indonesia
Kata siapa, Indonesia ketinggalan zaman ? Bahwa kita tidak mampu mengadakan suatu turnamen sepakbola berskala internasional ?
Mereka yang berpendapat seperti itu perlu merubah paradigmanya, apalagi setelah melihat apa yang sedang berlangsung di ISCI (International Sport Club of Indonesia) Ciputat, hari Sabtu 29 Maret 2008.
ISCI, yang sehari-hari digunakan sebagai homebase dari Arsenal Soccer School Indonesia, menjadi tempat pemusatan turnamen akbar, World Cup 6-a side. Turnamen ini sebenarnya telah berlangsung bertahun-tahun, namun penyelenggaraan secara “lebih professional”baru dilangsungkan dalam 2 tahun terakhir.
Dari namanya saja sudah dapat diketahui, bahwa pemain yang boleh turun ke lapangan hanya 6 orang saja, dengan ukuran lapangan, setengah lapangan bola standar internasional.
Peserta kejuaraan kali ini diikuti oleh 19 negara, yaitu Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Spanyol, Belanda, Italia, Chile, Denmark, Rusia, Kamerun, Korea Selatan, Australia, Wales, Skotlandia, India, Singapura, dan Kanada.
Jangan pernah meremehkan kualitas pemain-pemain yang turun ke lapangan, karena sebagian besar diperkuat oleh eks pemain professional maupun pemain amatir yang memiliki jam terbang reguler sampai sekarang.
Ambil contoh Chile, yang penulis saksikan sendiri kualitasnya. Pemain Chile seperti halnya pemain Amerika Latin lainnya, sangat unggul dalam hal teknik dan kecepatan, sehingga selalu mendikte permainan lawan.
Hal yang sama juga terlihat pada tim Kamerun, melalui keunggulan ball skill dan postur tubuh, mereka berhasil menamatkan perlawanan Korea Selatan. Satu lagi tim unggulan, adalah Amerika Serikat. Tim ini dihuni beberapa eks pemain professional di Liga Dunia. Kolaborasi diantara mereka membuahkan permainan yang elegan dan enak untuk dilihat, akibatnya meski sempat tertinggal 0-1, USA berhasil membalikkan keadaan, dan menjungkalkan Inggris, 3-1.
Chile, Kamerun dan Amerika Serikat, menjadi 3 tim yang cukup diunggulkan pada kejuaraan kali ini.
Bagaimana dengan Indonesia sendiri ?
Indonesia tergabung dalam grup D, yang sebenarnya boleh dibilang sebagai grup maut (karena dihuni oleh beberapa negara elit sepakbola). Namun Indonesia “malah” mampu menampilkan permainan terbaiknya, sehingga mampu mengalahkan Perancis, 4-1, Korea, 2-1 dan Jerman, 2-1. Praktis Indonesia tinggal berhadapan dengan Kamerun, dan punya kesempatan untuk melaju ke babak selanjutnya.
Tak ada gading yang tak retak, kejuaraan kali ini (dan mungkin juga pada tahun lalu), sayangnya tidak mendapat liputan (coverage) luas dari media cetak maupun media visual lainnya.
Mungkin mereka menganggap kejuaraan ini tidak berkelas, atau bahkan dianggap hanya hura-hura belaka. Padahal dari sisi permainan, maupun susunan acara dan fasilitas, kejuaraan ini boleh dibilang sangat sukses dan tanpa cela.
PS : Sampai berita ini diturunkan, belum didapatkan siapa yang akhirnya berhasil menggondol Piala Dunia 6-a side, jadi tunggu informasi selanjutnya, only at BOLANOVA.COM



wuiihhh….. ternyata indonesia mantap juga ya…. aku bener2 ga nyangka…
selain aku bari tau tentang turnamen ini juga karena indonesia yg sukses menghajar jerman dan perancis… hidup merah putih….
bingung juga yaa???? kenapa media ga ada ke inginan buat ngeliput turnamen ini ( apa karena indonesia menang ya???) wakakkakakkakaka
thanx buat mas2 yg di bolanova.com buat beritanya khususnya mas andy
@ seno :
terima kasih kembali sen….mungkin juga gara-gara Indonesia menang, ga ada yg meliput….soalnya nanti para pecandu sepakbola bisa terkaget-kaget…hehhehhehheheh
indonesia beat america in the final 6-2
trus indonesia juara nih critanya????? yg bener donk..????
@ Seno :
Yup…Indonesia win 6-2 against USA…kita juara dunia 6-a side….Thanks for the result, Antony
wadohh…. akhirnya kita bisa juga jadi juara…… mudah2an menular ke yang 11 lawan 11… amin….