Analis Saham Sepakbola, A New Job Vacancy
Di zaman yang serba susah seperti saat ini, tingkat persaingan teramat ketat dan rapat. Mungkin hanya sedikit perbedaan kapabilitas antara satu individu dengan individu lainnya.
Jikalau ada nilai tambah, paling banter hanya seonggok lembaran sertifikat ataupun sederet “rekan kerja” (baca : kenalan a.k.a koneksi).
Dare to be different… that is one of many keys for being success. Being a leader not a follower.
Dalam bahasa yang lebih membumi, kita diminta untuk bermain di lautan biru (blueocean strategy), jangan hanya menangkap ikan (yang sedari dulu sudah ada) di lautan merah.
If u looking for a job, maybe Football Stock Analyst is the answer for your hope !!!!!
Why ? Pertama, saya sangat yakin di Indonesia, belum ada seorang spesialis satu pun yang berani mencantumkan profesi ini pada kartu namanya.
Kedua, karena SDM yang terbatas, artinya bargaining power anda cukup tinggi dong, sehingga anda dapat menentukan sendiri berapa pendapatan anda, apakah anda ingin fee by hour, or by case, it’s up yours.
Nah, sekarang ke inti permasalahan, apakah ada lapangan kerja untuk anda ? Saya melihat potensi olahraga, khususnya sepakbola memiliki prospek berkembang secara signifikan. Hal ini didorong oleh animo penggemar olahraga tersebut, sekaligus dunia industri, hiburan dan lainnya, yang bergerak ke arah yang lebih baik (meskipun lambat).
Wacana Liga Super, paling tidak menjadi first priority, sebagai tempat anda memperoleh pekerjaan. Ambil contoh dari 16 klub, minimal ada sekitar 8 klub besar, yang siap menampung masing-masing seorang analis saham. Artinya, ada peluang bagi anda yang tidak sedikit jumlahnya.
Menjadi seorang Stock Football Analyst, resikonya sebenarnya kecil, sejelek-jeleknya, jika mereka tidak punya pekerjaan spesifik, mereka masih punya kapabilitas untuk menjadi Stock Analyst or Investment Analyst.
Banyak yang bilang Stock Football Analyst hanyalah sebuah “passion” yang diselaraskan dengan kemampuan bekerja seseorang. Hal ini tidak sepenuhnya benar, namun juga tidak dapat disalahkan. Toh, kalau antara hobi dan pekerjaan, dapat menghasilkan kontribusi positif, mengapa kita harus menghindar ?
Secara kebetulan, saya adalah seorang Private Stock/Investment Analyst, yang (kebetulan) juga menjadi penulis sepakbola. Sebagai analis, saya berkutat dengan istilah fundamental seperti, ROE, ROA, EPS ataupun PER.
Dan sebagai chartist (technical analysis), saya mafhum dengan Moving Average, Oscillator ataupun Elliot Wave. Ilmu-ilmu di atas tidak akan pernah mubazir untuk saya, karena dapat digeluti dan digunakan di berbagai bidang investasi.
Sekarang apa bedanya dengan investasi di bidang sepakbola ? Para komentator akan bergaya bak chartist dengan data statistik di tangannya, mulai dari rekor kandang, tandang atau wins/losses in a row.
Sebaliknya seorang moderator, ataupun artis (jadi-jadian) sebagai pembawa acara sepakbola, lebih suka menjadi seorang fundamentalist, lengkap dengan gosip dan rumor terhangat seputar klub yang akan bertanding. Mulai dari “panasnya” kamar ganti, konflik pelatih dan pemilik klub, sampai kepada rumor transfer pemain tertentu.
Baik fundamentalist maupun chartist, akan meramu semua data, fakta dan angka yang dimilikinya, untuk kemudian bermuara kepada ramalan pemenang dari gim tersebut. Sukur-sukur sampai kepada menebak hasil akhir pertandingan secara tepat.
Sebenarnya tugas seorang Stock Football Analyst, lebih kompleks daripada hal-hal yang disebutkan di atas. Mereka harus dapat memberikan prediksi ke mana harga saham suatu klub bergerak (apakah naik atau turun), mereka harus dapat menyediakan support dan resistance, namun yang terpenting, mereka juga harus mampu meyakinkan kepada stakeholder, untuk rekomendasi melepas saham atau melakukan buyback di pasaran.
Analis Saham Sepakbola, juga harus mampu menentukan berapa nilai wajar saham dari suatu klub sepakbola, supaya stakeholder mengerti kondisi overvalued dan undervalued, selain untuk mencegah aksi “goreng-gorengan”, yang umum terjadi di pasar saham lokal.
Singkat kata, seorang Analis Saham Sepakbola patut dibayar mahal untuk menjaga profesionalitas dan obyektifitas mereka dalam setiap aktivitas kerjanya.
Jadi tunggu apalagi, do you want to be a Stock Football Analyst ?



seberapa besar minat pasar kita untuk membeli saham klub sepakbola? bukan ga mungkin di masa datang klub Indonesia masuk bursa saham karena dengan status PT, mereka bisa cari duit di mana aja sejauh legal.
@ Hedi :
Betul bung Hedi…. dengan iklim olahraga seperti saat ini, minimal 2-3 tahun lagi, sepakbola baru mulai mengikuti hukum industri kapitalis, padat modal, padat karya (tapi belum tentu balik modal)..hehhehhehhehe
bagaimana tentang bet analyst?? :p kayaknya lebih banyak dicari tuh…