Liverpudlian: Peluang Juara UCL Sangat Besar

liverpoolApakah menurut Anda Liverpool pantas lolos? Jika iya, bagaimana dengan strategi yang harus dilakukan Rafa Benitez untuk menghadapi Chelsea di semifinal Liga Champions nanti?

Karena itu, kami coba bertanya langsung kepada seorang Liverpudlian asal Indonesia. Seri wawancara online kali ini menghadirkan Sugiharno Setiawan, salah satu anggota The Big Reds dan bekerja sebagai Assistant Service Manager di ITC International Level II Thermographer.

Apa komentar anda atas lolosnya Liverpool ke semifinal Liga Champions?

Liverpool pantas lolos karena semua faktor untuk menang telah dimiliki Liverpool. Strategi pelatih, teknik bermain, komunikasi di lapangan yang membaik, fans terbaik di dunia, juga mental bertanding yang bagus terlihat dari kecepatan merespon gol Adebayor di saat-saat kritis (Pinalti hasil kerja Babel).


Bagaimana strategi yang harus diterapkan Rafa Benitez untuk menghadapi Chelsea di semifinal Liga Champions?

Di Anfield harus cleansheet, Pepe Reina adalah salah satu kiper terbaik dalam urusan bola-bola udara dari arah depan gawang dan juga menghadang pinalti lawan. Untuk bola2 set pieces (corner & tendangan bebas), Pepe butuh sekali bantuan dari team dalam bertahan, karena dalam kemelut di sekitar gawang, terjadi penumpukan pemain lawan yang probalitas terjadinya gol lebih besar dibandingkan one on one. Dan Liverpool masih sering kecolongan dari set pieces oleh sebab itu nantinya harus dihindari set pieces di dekat kotak pinalti, juga corner.

Central Defender Liverpool memiliki determinasi tinggi (Skretl-Hyypia) dalam memotong bola di daerah pinaltinya tetapi jika mereka berada jauh dari daerah pinalti dan harus mengejar lawan yang memiliki speed tinggi (a.l. SWP, Drogba) pasti kalah, oleh sebab itu Mascherano-Alonso adalah buffer yang wajib ada antara Central Defender-Midfield.

Fungsi Mascherano-Alonso untuk mencegah terjadinya set pieces di daerah dekat pinalti Liverpool. Sebelum sampai ke daerah Defender, alur bola dari Chelsea sudah ada di kaki duet Holding Midfielder ini.

Duet ini juga dapat menjalankan fungsi sebagai perusak irama permainan lawan di lapangan tengah. Kelebihan dari Mascherano dibanding ex Liverpool Momo Sissoko adalah kegigihan, kecepatan, determinasi dan mampu menahan bola tanpa sering kehilangan bola. Bukankah hal yang percuma jika mampu mangambil bola dari lawan tetapi segera kehilangan kembali karena terburu-buru mengumpan kepada teman atau karena kurang determinasi sehingga direbut kembali oleh lawan?

Alonso di tengah, mampu mengubah aliran bola dari serangan Chelsea menjadi serangan balik Liverpool yang efektif dengan umpan langsung ke depan yang akurat. Kadang tendangan teknik tinggi dari tengah lapangan dapat keluar dari kakinya saat kiper Chelsea sudah out of position.

Lucas Leiva adalah option untuk Alonso jika Liverpool membutuhkan tambahan amunisi dari wilayah buffer ini untuk merangsek ke depan untuk ikut merobek pertahanan Chelsea atau melakukan tendangan dari luar kotak pinalti.

Untuk Right Defender masih mengandalkan Carragher yang dalam kondisi fit dapat beroperasi menyisir kanan lapangan untuk membantu mengumpan bola ke depan sementara dia mampu cepat turun ke daerah pertahanannya jika terjadi aliran serangan dari Chelsea.

Sedangkan di Left Defender, John Arne Riise bisa menjadi option untuk menambah daya serang dengan mengandalkan speed dan tendangan kerasnya dari luar kotak pinalti.

Untuk Midfield, Babel-Gerrard-Kuyt adalah yang terbaik di belakang Torres.

Gerrard dengan tendangan super kerasnya dari luar kotak pinalti dapat sebagai pemecah kebuntuan serangan dari Trio Midfield ini (yang belakangan sering dipasang Rafa). Mental kapten Liverpool ini tidak diragukan lagi, jika posisinya pas, dia seperti Predator yang membuat gol atau umpan akurat tanpa terduga lawan.

Tanpa Left/Right Midfield Murni dalam strategi Rafa tersebut, Babel & Kuyt justru menjadi keuntungan karena konsentrasi penuh dari defender lawan dalam menjaga Torres, bisa membuat duo Belanda ini bebas muncul dari belakang Torres untuk mencetak gol daripada sekadar pengumpan bola kepada Torres.

Babel semakin matang, dan teknik dribling bolanya sudah meningkat tajam dibandingkan saat awal-awal dia bermain untuk Liverpool. Di masa depan, dia akan menjadi Penyerang lengkap seperti Thierry Henry.

Kuyt memiliki daya jelajah dan kegigihan sangat tinggi untuk ukuran penyerang. Maka dari itu posisi Midfield tidak begitu masalah untuknya.

Pennant adalah option Midfield untuk menjalankan umpan-umpan akurat langsung ke jantung pertahanan lawan.

Torres adalah jaminan mutu, dia lengkap sebagai striker pembunuh. Dia juga tidak malas menjemput bola untuk kemudian bertarung dengan satu sampai tiga defender Chelsea kemudian dengan kiper.

Jika Crouch dalam kondisi fit, dia adalah option untuk merusak konsentrasi defender Chelsea dari bola-bola atas. Gerakan tubuhnya yang unik dalam mengolah bola juga mampu mengelabui defender lawan. Torres akan sangat terbantu dengan dukungan Crouch.

Mana yang lebih baik, Gerrard atau Torres ?

Gerrard.

Bagaimana peluang Liverpool menjuarai Liga Champions?

Besar. Karena inilah satu-satunya gelar yang ada di depan mata season ini. Bentuk latihan dan olah strategi rasanya tidak berbeda jauh dengan hari-hari latihan lainnya, namun motivasi, semangat + Fans adalah faktor penguat besarnya peluang juara.

Bagaimana kerja dari Rafa hingga saat ini? Cukup memuaskan?

Memuaskan. Coba dikilas-balik sejarah manager Liverpool, koreksi jika saya salah. Liverpool tidak pernah memecat Managernya, mereka mengundurkan diri jika batas kemampuannya sudah terlewati. Rafa masih yakin, maka saya yakin.

No comments yet.

Write a comment: