Korosi Kronis Paris St Germain
Ronaldinho mungkin tak menyangka penurunan performanya di Barcelona, sedikit banyak dibarengi penurunan prestasi yang dialami eks klubnya dari negeri Perdana Menteri flamboyan, Nicolas Sarkozy.
Paris St. Germain (PSG) pernah “memperkenalkan” Ronaldinho sebagai sebuah calon bintang yang tidak hanya memiliki bakat alami, namun juga cakap dalam memfasihkan strategi dan permainan ala Eropa.
Namun jika Ronaldinho pernah mengenyam masa-masa keemasannya di Barcelona, selama 2 tahun terakhir, PSG malah tidak pernah lagi mencuat menjadi satu kekuatan yang diperhitungkan dalam kurun waktu yang sama.
St. Germain, terambil dari nama seorang uskup Paris yang hidup di tahun 500-an masehi. Sang Uskup identik dengan julukan “Bapa dari kaum papa” (kaum yang lemah). Siapa sangka, ironisnya PSG, saat ini malah terkulai sebagai tim yang makin tahun, makin lemah.
PSG tim kebanggaan ibukota Perancis, menunjukkan degradasi prestasi yang parah. Menghuni peringkat 18, hanya berselisih 2 tingkat dari sang juru kunci klasemen, FC Metz.
PSG juga membukukan hanya 8 kemenangan, 11 imbang dan 15 kali kalah dari total 34 pertandingan domestiknya musim ini. Rapor merahnya tidak berhenti sampai di situ saja, selisih golnya minus 11 gol dengan angka kebobolan 41 berbanding 30 memasukkan.
Sungguh suatu rekor yang luar biasa. Meski sudah mengambil seorang master trainer macam Paul Le Guen, PSG masih sulit untuk berkembang. Le Guen yang pernah menghadirkan triple Le Championnat bagi Olympique Lyon, pada awalnya diplot untuk merevolusi PSG. Karakteristik yang sama diantara kedua klub, dipercaya memudahkan Le Guen dalam menjalankan proses transfer knowledge, and football strategy di klub barunya.
Namun apa daya, ternyata korosi (baca : karat) yang berlangsung di PSG, sudah cukup kronis. Nama-nama besar pemain bukan lagi jaminan, ditambah mental kepercayaan diri antar pemain sudah sangat rapuh. PSG dalam bahaya yang besar. Tidak sepantasnya bagi sebuah tim ibukota suatu negara, berada dalam posisi seperti ini.
Le Guen kah yang perlu disalahkan ? Saya rasa tidak. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, PSG “berpetualang” dengan Vahid Halilhodzic, Laurent Fournier, Guy Lacombe dan yang teranyar, Le Guen sendiri.
Setahu saya, sukses instan adalah hal yang selalu dicari oleh tim besar, apalagi yang punya tuntutan tinggi dari mayoritas penggemar fanatiknya. Le Parisiens seharusnya belajar bersabar, dan menyadari karakteristik timnya sendiri.
Tahukah anda, bahwa Le Guen pun butuh waktu ketika memoles Lyon menjadi tim yang disegani sampai sekarang.
Lyon pada awalnya adalah sebuah tim anak bawang, dari kawasan di sebelah selatan negara Perancis. Perancis pada masa-masa itu lebih dikenal dengan klub-klub seperti Paris St. Germain, Marseille, Bordeaux, Monaco ataupun Auxerre. Bahkan klub Saint Etienne sendiri pun jauh lebih dikenal publik daripada Lyon.
Sekarang, siapa yang tak kenal Lyon ? Hegemoni klub dengan torehan 6 gelar juara liga berturut-turut, memancangkan kuku yang kuat, bukan hanya di negara sendiri, melainkan di seantero Eropa.
Kualitas permainan mereka sudah nyaris menyamai apa yang dipertontonkan Manchester United, Inter maupun Real Madrid. Atraktif, ulet dan eksplosif, tentunya dengan guyuran bakat muda yang selalu muncul dari masa ke masa.
Le Guen adalah penanam pondasi dalam sebuah tim. Le Guen muda sewaktu aktif bermain di PSG, dikenal sebagai gelandang liat. Meski tak pernah masuk dalam hitungan pemain nasional secara reguler, duetnya bersama Vincent Guerin, cukup memberikan rasa nyaman bagi lini tengah PSG.
Le Guen bukanlah seorang pesulap. Yang mampu membalikkan dosa buruk bertahun-tahun, hanya dalam sekejap mata. Seusai menuai kesuksesan besar di Lyon, Le Guen malah gagal total di Glasgow Rangers. Artinya dirinya perlu adaptasi yang cukup.
Le Guen percaya, semuanya ada waktunya, dan untuk itu dia butuh kepercayaan yang kuat, waktu yang cukup untuk menjalankan semua isi dalam benaknya. Seperti apa yang kita lihat saat ini, ketika seorang Karim Benzema pun, merupakan salah satu buah hasil pondasi Le Guen dari masa lampau.
Please give one more year for Le Guen… be patient Les Parisiens, you will get the result !!!


