Soccer and STEVE
Kedua kata di atas diawali dengan huruf S. Hopefully, maybe they expect to be ended with Success. One is believe Soccer is success for itself, as they known for the most popular sports in the world. While Steve is maybe for the opposite side.
Sebelumnya, saya ingin mengajak pembaca sekalian untuk tidak mengganggap tulisan saya ini bernada diskriminatif ataupun tendensius. Saya hanya ingin mengajukan sebuah fakta menarik seputar figur bernama Steve dalam dunia sepakbola, khususnya sebagai pelatih/manager, bukan dalam kapasitas sebagai pemain.
Nama Steve sepertinya terlahir untuk hebat sebagai pemain, bukan sebagai pelatih. Fakta ini semakin mencuat, pasca buruknya penampilan 2 negara Britania yaitu Inggris dan Irlandia, dalam kualifikasi Piala Eropa 2008. Adapun nama pelatih kedua tim tersebut adalah Steve Mclaren dan Steve Staunton.
Mclaren, secara historis memang cukup “beruntung”, tanpa rekor kepelatihan yang menonjol, dirinya ditunjuk untuk menggantikan Sven Goran Eriksson. Staunton ? apalagi… Dia tidak punya pengalaman melatih sama sekali. Dirinya terpilih menjadi pelatih Irish, hanya karena sudah malang melintang bermain untuk timnas negaranya.
Bagaimana dengan Steve-Steve yang lain ? Masih ada Steve Bruce. Eks sweeper tangguh Manchester United ini terbilang punya rekor kepelatihan yang cukup baik di Birmingham, namun tetap saja dia tidak berkembang (mungkin karena hanya dipercaya menangani klub medioker saja).
Mungkin yang saat ini paling menonjol adalah Steve Coppell. Reading yang baru saja promosi ke Premiership musim lalu, dibawanya menjadi tim yang disegani karena kekuatan fisik dan ketangguhan spiritnya. Baru-baru ini, Steve Coppell diperpanjang kontraknya oleh manajemen Reading, sebagai bukti atas kemampuannya dalam meracik strategi permainan
Fakta menarik juga kita dapat lihat di Wikipedia, di mana kesemua Steve di atas punya rekor kemenangan di bawah 50%. Steve Mclaren menghasilkan 38.8 %, Steve Bruce punya 39.9%, Steve Coppell berkontribusi 41.6 % dan terakhir Staunton belum punya rekor melatih klub.
Kesimpulannya, kita tunggu saja apakah nanti ada seorang Steve yang bernasib baik melebihi rekan-rekannya. Mungkin saja Steve Mcmanaman atau mungkin Steve Sidwell (yang masih aktif bermain pada saat ini) ?
Source : www.4thegame.com (Photo)



mudah-mudahan steve Mcmanaman ga termasuk dalam deretan “steve” yg gagal….
nb : Mantap juga ndy kaw waktu masuk tipi…heheheheh mana ce2 nya pas yg cantik2 polak ..ck..ck…ck… mas adi ngiri ga tuh kaw yg di kelilingin ama cewe2??? wakkakakkaka