Congrats, MAN-YOO

mufc41205112.jpgLupakan sejenak segala sentimen miring yang mengarah kepada “solidaritas” manager/pelatih Britania yang lebih memihak “warganya”.

Lupakan juga final LC yang akan berlangsung minggu depan, dengan tetap masih bertagline, “Red Versus Blue”.

Biarkanlah Alex Ferguson menikmati hisapan cerutunya, untuk merayakan gelar Premiershipnya yang ke 10 dalam 22 tahun kepelatihannya.

Man Yoo menuntaskan Two Horse Race-nya dengan Chelsea, lewat kemenangan meyakinkan 2-0 dalam lawatan tandang ke JJB Stadium, ketika menghadapi Wigan Athletic.

Keberhasilan klub yang sering dijuluki the Red Devils ini, juga dilengkapi oleh pemuncak top skorer, yang diduduki oleh Cristiano Ronaldo. CR 7 total mencetak 31 gol pada liga domestik musim ini.

Sungguh sebuah angka yang mencengangkan, mengenai torehan gol tersebut, karena selain posisi bermainnya yang “cuma” seorang winger, Cristiano juga mencatat prestasi fenomenal tersebut, di tengah-tengah kondisi ketatnya persaingan sepakbola masa kini.

Sebagai bahan informasi, hanya seorang striker sekelas Alan Shearer ataupun Robbie Fowler yang dapat mencetak rata-rata 30 gol per musim (meski sempat diselingi oleh seorang Kevin Phillips)

Secara obyektif, United sangat pantas atas gelar EPL 2007/2008. Mengawali musim dengan “menempel” Arsenal yang berada di puncak, MU berhasil menyalip tim asal London tersebut di pertengahan season. Selanjutnya MU sempat leading cukup jauh atas tim-tim di bawahnya. Sebelum akhirnya Chelsea dengan transisi kepelatihannya, berhasil memangkas keunggulan poin menjadi lebih sedikit.

Kekalahan 1-2 di Stamford Bridge, membuka peluang Chelsea atas tim besutan Alex Ferguson. Namun pada akhirnya, Chelsea pun tak berdaya. Alih-alih berharap MU ditebas Wigan di partai pemuncak, Chelsea malah ditahan imbang oleh Bolton, di rumahnya sendiri.

Walau demikian, The Blues masih dapat berbangga hati. Tim ini punya rekor kekalahan paling sedikit di Premiership untuk musim ini. Defensive awareness dan rekor kandang mereka juga masih terjaga dengan mulus.

Sekali lagi Chelsea tidak perlu berkecil hati. Keharmonisan dan soliditas tim harus tetap dijaga, terlebih ketika memasuki hitungan hari menuju Luzhniki, 21 Mei 2008. Di situlah kembali mereka akan bertemu Man Yoo dalam partai puncak LC.

Kamerad Abramovich, pasti tidak lagi peduli dengan gelar EPL. Sudah kadung basah menuju gelar Eropa, yang sangat diidam-idamkannya. Dan Chelsea tinggal selangkah lagi menuju hasil akhir.

But anyway, still we’d like to say Congrats MAN-YOO !!!!!!

1 comment:

  1. putri, 17. May 2008, 8:45

    you are the best

     

Write a comment: