Polemik Penalti

penalty-kick.jpgApa yang anda bayangkan dari judul artikel ini ? Sebagian besar dari anda, mungkin akan langsung menduga bahwa saya akan membahas upset story Chelsea dalam adu tos-tosan dengan Manchester United.

Secara lebih spesifik, pasti mayoritas suara juga akan berpikir bahwa skipper John Terry akan dikupas habis dalam artikel ini. Well, forgive me, but you’re totally wrong…

Sudah terlalu banyak pembahasan yang dapat dilihat di berbagai media mengenai “dosa” Big John. BOLANOVA tidak akan memperpanjang lebih lanjut, karena sudah bukan porsinya lagi.

Satu hal yang menarik bagi saya adalah bukan bagaimana penalti menjadi penentuan hasil pertandingan, tapi bagaimana penalti itu dilakukan.

Penalti menurut aturan sepakbola yang berlaku secara global, adalah tembakan hukuman sejauh 11 meter dari garis gawang. Setiap pelanggaran yang terjadi di kotak penalti, dapat dihukum oleh wasit dengan tendangan penalti.

Penalti dilakukan oleh pemain yang ditunjuk secara bebas oleh tim yang dilanggar. Tendangan dilakukan secara langsung oleh sang eksekutor, yang diarahkan ke gawang lawan.

Bagaimana aturan penalti untuk kiper ? Kiper dilarang untuk berdiri di depan garis gawangnya secara berlebihan. Kiper juga dilarang bergerak secara berlebihan, sebelum tembakan dilakukan.

Jika kita mengacu kepada aturan tersebut, terlihat jelas bahwa penalti dibuat sedemikian rupa, dan sangat menguntungkan pihak eksekutor. Bahkan pada prakteknya, tak jarang eksekutor sebenarnya melakukan kesalahan, namun penalti tetap dianggap sah.

Contoh teranyarnya adalah Cristiano Ronaldo. Ronaldo pada tendangan penalti terakhirnya, gagal membuahkan gol. Petr Cech berhasil mementahkan tembakan yang mengarah pada sisi kanan badannya.

Bukan hasil penalti tersebut yang mengusik hati saya, tapi jika saya sang pengadil di lapangan, saya akan menganggap penalti Ronaldo tidak sah. Apa pasal ?

Selain liukan maut, stepover dan pace yang mumpuni, Ronaldo punya segudang trik, yang dipergunakannya dalam aneka kesempatan. Dalam penalti, Ronaldo punya trik tarik ulur. Alih-alih menembak pada kesempatan pertama, Ronaldo selalu menghentikan langkahnya sesaat sebelum menembak. Selanjutnya, dirinya melihat sejenak ke kiper lawan, dan berhitung apakah kiper telah bergerak, atau tidak.

Hal yang diharapkan oleh Ronaldo adalah jeda waktu untuk melihat pergerakan kiper, tentunya untuk memudahkan dirinya mengarahkan bola ke arah gawang yang tidak terjaga.

Cara Ronaldo menendang penalti, buat saya adalah sebuah pelanggaran aturan global mengenai tendangan 12 pas tersebut. Ronaldo TIDAK melakukan tendangan penalti secara langsung.

Ronaldo “memanfaatkan” celah secara tidak sportif, dengan mengharapkan kiper salah bergerak. Tentu tidak fair, karena kiper sendiri menjadi serba salah, karena kiper berpikir bahwa dirinya boleh bergerak setelah tendangan langsung dilakukan. Permasalahannya, Ronaldo menghentikan langkah di menit-menit akhir sebelum menendang bola, dan tak jarang penjaga gawang telah bergerak.

Seorang Thierry Henry ataupun Maradona sekalipun, tidak pernah bertrik penalti seperti itu. Mereka lebih fokus kepada teknik tendangan ataupun placing shot. Paul Merson yang lama bermain di Arsenal, yang terkenal dengan gaya membelakangi kiper sebelum menendang, juga tidak berlaku yang sama. Intinya mereka secara langsung melakukan tendangan ke arah kiper lawan.

FIFA harus lebih teliti dalam mengatasi masalah tersebut. Memang dalam beberapa tahun terakhir ini, FIFA semakin getol untuk memberikan peraturan-peraturan baru, demi sepakbola yang lebih menyerang dan menghasilkan banyak gol. Namun FIFA juga harus berpikir bahwa 11 pemain di lapangan, dengan segala macam posisi lapangan berada dalam posisi yang EQUAL !!!

Penalti hanyalah salah satu aspek yang perlu mendapat concern. Harus ada aturan yang lebih tegas dan jelas mengenai cara pengambilan tendangan penalti. Untung saja Ronaldo bukanlah penembak penalti yang baik, otomatis lebih banyak orang berujar, itulah karmanya dari tindakan yang unfair. Tetapi jika banyak gol penalti yang dibuatnya, bukan tidak mungkin akan banyak pihak yang keberatan. Who knows ?

4 comments:

  1. Al, 27. May 2008, 2:59

    Gaya penalti CR7 sebenarnya terinspirasi oleh Luis Figo.

    Kalau gaya penalti CR7 dipermasalahkan, kenapa tidak sekalian mempermasalahkan gaya kiper Reina saat adu penalti Liverpool vs Milan sewaktu final liga Champions yang lalu?

     
  2. seno, 28. May 2008, 13:42

    maaf ma Al tapi waktu final liga champion itu pas lawan milan yg jadi kiper bukan reina tapi dudek… regards….

     
  3. seno, 29. May 2008, 10:38

    klo aku rasa penalti keren itu penalti si signori… klo ga salah terakhir maen di serie A tepatnya bologna ( itu terakhir kali aku nonton dia ) heheheheheh…. penalti dengan ancang2 1 langkah aja…. elegan….!!!!!

     
  4. adi, 25. June 2008, 1:59

    orang ini anti ronaldo, ada2 aja yg ditulis tentang jeleknya ronaldo… ngapain ga dudek aja yg dijadiin contoh waktu final liga champion 2005 pas adu penalty, apa itu bukan termasuk gerakan berlebih oleh kiper??? apa itu sah???

     

Write a comment: