Antara Soeharto dan Juventus (Bagian III)

Ditulis oleh Luzman Rifqi Karami (Mahasiswa Fikom Unpad)

soeharto juventusHukuman yang Berlarut-larut

Kasus dugaan korupsi Soeharto menyangkut penggunaan uang negara oleh 7 buah yayasan yang diketuainya. Pada 1995, Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 90 Tahun 1995. Kepres ini mengimbau para pengusaha untuk menyumbang 2 persen dari keuntungannya untuk Yayasan Dana Mandiri.

Hasil penyidikan kasus tujuh yayasan Soeharto menghasilkan berkas setebal 2.000-an halaman. Berkas ini berisi hasil pemeriksaan 134 saksi fakta dan 9 saksi ahli, berikut ratusan dokumen otentik hasil penyitaan dua tim yang pernah dibentuk Kejaksaan Agung, sejak tahun 1999. Sidang kasus korupsi Soeharto berlangsung berlarut-larut. Dimulai pada 28 September 2000 - saat itu sidang dihentikan karena alasan kesehatan - hingga 12 Mei 2006 dengan keputusan menghentikan penuntutan dugaan korupsi Soeharto karena kondisi fisik dan mental terdakwa yang tidak layak diajukan ke persidangan. (sumber:wikipedia)


Bagaimana dengan Juventus? Tak jauh beda. Oleh pengadilan, Juventus dihukum degradasi ke Serie B, pengurangan 30 nilai untuk musim berikutnya (2006-07), penghapusan dua gelar juara Serie A musim 2004-05 dan 2005-06, dilarang tampil di Liga Champions 2006/07, dan didenda 100.000 dolar AS (sekitar Rp 950 juta). Melalui banding, Juventus mendapat keringanan hukuman, degradasi di Serie B dengan minus 17 nilai.

Bermain di Serie B tentunya sebuah aib bagi klub sebesar Juventus. Pemain bintang Juventus semacam Zlatan Ibrahimovic, Patrick Vieira, Gianluca Zambrotta, Fabio Cannavaro, Emerson, dan Lilian Thuram memutuskan hengkang ke klub lain karena tak sudi bermain di Serie B. Hanya pemain dengan loyalitas tinggi seperti Pavel Nedved, Alessandro Del Piero, dan Gianluigi Buffon yang memutuskan bertahan.

Akhirnya, pada 27 Oktober 2006 CONI (Komite Olimpiade Nasional Italia) memutuskan untuk kembali memperingan hukuman Juventus menjadi minus 9. Hal ini memudahkan Juventus untuk promosi ke Serie A musim depan.(musim 2007-08-red)

Mungkin memang terlalu jauh membandingkan mantan Presiden kita, Soeharto dengan Juventus. Namun, melihat perjalanan keduanya yang penuh dengan lika-liku dan kontroversi tentunya dapat menjadi renungan dan pelajaran bagi kita semua.

(tamat)

***

Luzman Rifqi Karami bisa dijumpai di: http://kumahaanjeun.blogspot.com

No comments yet.

Write a comment: