Diantara Del Bosque, Mancini dan Don Fabio
Apa yang anda lakukan dengan 30 juta euro di tangan ? Dengan uang sejumlah itu anda dapat memiliki Surabaya Sport Centre, sebuah kompleks Stadion dan pusat olahraga mewah nan megah, yang sedang ramai dibicarakan orang, dan sedang dibangun pada saat ini.
Uang yang setara dengan 440 Milyar Rupiah ini juga dapat digunakan sebagai biaya operasional selama setahun oleh BPOM, sebuah Badan Milik Pemerintah yang bertugas untuk mengawasi Obat-obatan dan makanan.
Terakhir, tentunya uang ini cukup untuk membeli sebuah rumah mewah seluas 5000 meter di kawasan yang paling mahal sekalipun di Indonesia, lengkap dengan Lamborghini, maupun apa saja yang ingin anda miliki sebagai pajangan di ruang tengah.
Hentikan khayalan anda, karena sang pemilik uang adalah seorang pesolek asal Italia yang telah merundung duka. Suka karena bergelimang uang, atau duka karena meninggalkan prasasti tinta emas selama 4 tahun “memegang” Inter Milan ?
Roberto Mancini, sang allenatore yang menghadirkan scudetto bagi Nerrazuri di 2 musim terakhir, mengakhiri masa kepelatihannya dengan pesangon 30 juta euro. Uniknya, Massimo Moratti melepas kepergian sang pemegang rekor top skorer sepanjang masa di Sampdoria, hanya berselisih 9 hari dari kepastian merebut gelar Juara Liga Italia musim 2007-2008 !!!!!
Mancio masih dapat tersenyum, apalagi jika dibandingkan dengan Vicente Del Bosque. Sang pelatih berkumis tebal ini dipecat, hanya 48 jam setelah berhasil membawa Real Madrid menjuarai La Liga di musim 2003-2004.
Tetapi Don Mancio masih “kalah terhormat” dibandingkan kompatriotnya Don Fabio, yang (lagi-lagi) dibuang Madrid, 12 hari setelah memastikan gelar juara La Liga musim lalu. Nasib Fabio Capello jauh lebih baik, karena tidak berapa lama kemudian dirinya ditunjuk menjadi pelatih tim nasional Inggris.
Now, how about Mancini ? Roberto bukanlah pelatih yang buruk. Meski selalu banyak tertolong oleh skuad super dengan amunisi lengkap di semua lini, Mancini punya sesuatu yang tak bisa ditawarkan eks-eks pelatih Inter lainnya.
Roy Hodgson, Luigi Simoni, Marcello Lippi, Hector Cuper dan Alberto Zaccheroni, tidak mampu “mendidik” Inter dengan semangat spartan dan tidak mau kalah. Inter yang dulu dikenal sebagai tim yoyo, karena selalu naik turun performanya, berhasil disulap Mancio menjadi tim yang stabil dan mau bekerja keras.
Gaya Inter yang “miskin kreasi” di tengah, ditebus Mancini dengan “mematikan” di depan. Sebaliknya, salutan bek yang cenderung lembek dan terlalu ofensif, berhasil direvisi menjadi karakter keras dan tanpa kompromi.
Mancini juga berhasil keluar dari kultus antar klub, di mana memoarnya bersama Lazio, justru berujung pada kesuksesan tim pesaingnya di kota Milan.
Menarik untuk ditunggu, ke mana angin akan membawa nasib baik bagi Mancio ? Diapit oleh 2 legenda, rekor terburuk Del Bosque dan rekor “agak lebih baik” Fabio Capello.
Del Bosque setelah “digulingkan” hanya “berpraktek” di Besiktas. Tetapi mulai akhir Juni 2008, namanya akan menghiasi lebih banyak surat kabar, menyusul penunjukannya untuk memegang tampuk pelatih tim matador Spanyol.
Capello ? Setali tiga uang. Kemarin malam, aksinya mengundang decak kagum, membuat Inggris jauh lebih menggigit dengan menang 2-0 melawan USA.
Dan melihat pola tersebut, bukan tidak mungkin Mancini akan “terbang lebih tinggi”. Mungkinkah kursi tim azzuri adalah jawabannya ? Mari tunggu puncak dari Piala Eropa 2008, dan nanti kita temukan sendiri akhir ceritanya.



wuuuuh 30juta uero iku dui kabeh mas
geleng2 mode ON
kerjo sak umur hidup durung tentu oleh sakmono aq, iku malah ra kerjo di bayar hare,.
mauuuuuuu
Duit segitu kalo buat tambahan dana BLT bisa buat berapa orang ya
arrivederci mancio, benvenuto mourinho. semoga jose mourinho dpt menbuat inter jauh lebih berprestasi terutama di eropa