1978, 1988, 1998, 2008 ?

indian_fans.jpgHal yang paling bijak dari menunggu sebuah event besar, adalah membiarkan event itu berjalan sebagaimana mestinya. Hasil akhir akan terukir, buah keringat para pelaku utama event yang sedang maupun akan berlangsung.

Namun demikian, tidak semua orang senang berpangku tangan dan pasif menunggu hasil akhir. Salah satunya saya. Kebetulan saya masuk ke dalam tipe orang yang tidak suka pasif menunggu, dan ingin berpartisipasi meski dalam koridor kontribusi yang minim.

Tulisan ini merupakan buah pikir prediksi hasil guratan tangan yang terlalu aktif, sebagai imbas dari meningkatnya adrenalin menjelang Euro 2008.

Buenos Aires 1978, sepakan Rob Rensenbrink hanya mampu membawa pasukan Oranye menahan pertandingan lebih lama dari waktu normal.

Jerman  1988, Rinat Dassaev hanya bisa melakukan reflek sia-sia, menghadapi alur deras tendangan volley, Marco van Basten, yang pada akhirnya membawa orgasme bagi Rinus Michels, akan titik kulminasi timnas Belanda sepanjang sejarah.

Claudio Taffarel, lagi-lagi mengakhiri peruntungan Oranye di babak tos-tosan. Semifinal Piala Dunia 1988, adalah langkah terakhir Belanda di kancah pentas sepakbola terbesar sejagat raya.

Do you see the pattern ?

Saya maklumi jika ada diantara pembaca sekalian, skeptis atau bahkan menyangsikan ramalan saya ini. Tetapi paling tidak saya mencoba menawarkan sesuatu yang berbeda, yang disertai data dan fakta, yang mungkin dapat memberikan informasi baru bagi Bolamania sekalian.

Belanda, menurut hemat saya memiliki peruntungan lebih pada tahun dengan akhiran angka delapan. Secara kronologis, semenjak 1978 sampai 1998 adalah Final-Juara-Semifinal.

Ada baik, pasti ada buruknya
. Data yang saya sajikan juga memiliki kelemahan. Belanda pernah mengalami sepenuhnya tidak berjaya di tahun 8, yaitu pada tahun-tahun lampau, tepatnya 1938, 1958 dan 1968.

Pada tahun 1938, Belanda hanya bertahan sampai Phase I, sedangkan di 1958 dan 1968, mereka malah tidak lolos sama sekali ke putaran final.

Mampukah Belanda melangkah jauh sesuai ramalan saya ?

Mengapa tidak ? Bola itu bundar bukan ? Tetapi ada syaratnya. Secara obyektif Belanda tidak dijagokan bahkan untuk sekedar melewati phase grup sekalipun. Sebuah ungkapan fakta yang memang terjadi, di mana Oranye dipandang sebelah mata, dari tim Perancis, Italia bahkan Rumania sekalipun.

Italia adalah tim yang paling diunggulkan orang pada saat ini untuk menjadi kampiun, meski faktanya adalah jika Italia sangat diunggulkan pada suatu turnamen, yang terjadi adalah kebalikannya.

Perancis ? Tim ayam jantan ini selalu mengalami kesulitan jika bergabung dalam grup maut. Coba flashback ke Piala Dunia 2002.

Terakhir Rumania. Belanda justru sebenarnya paling takut dengan tim ini. Rumania berhasil mempermalukan tim asuhan MVB (Marco van Basten) di penyisihan. Dengan hitungan head to head sekali imbang dan sekali menang. Suatu bukti otentik di mana, Belanda tidak sungkan beradu teknik, namun justru lemah jika menghadapi tim dengan organisasi tim dan fisik yang spartan.

Untungnya, Belanda akan menghadapi Rumania di partai terakhir grup C. Sehingga mereka dapat punya waktu lebih untuk mengkalkulasi segala kemungkinan dan mempersiapkan diri.

Dalam hitung-hitungan saya, Belanda akan bermain imbang dengan Italia dan Rumania, serta mengambil kemenangan dari Perancis.

Intinya Belanda akan melangkah jauh, jika sudah lolos dari phase group. Jika Belanda sudah mengalami 1 kekalahan dari partai pertamanya di Euro 2008, dapat dipastikan mereka keluar dari persaingan. Untuk soal ini, saya tak ada keraguan. Bahwa kelemahan mental Oranye sudah menjadi rahasia umum, dan hanya MVB yang harus mencari tahu jawabannya.

Hup…hup….HOLLAND !!!!!

1 comment:

  1. SekadarBlog - Belanda (Pingback), 18. June 2008, 9:38
     

    […] bodohnya Italia. Artinya prediksi saya bisa kacau balau. Ditambah lagi Bolanova bilang Belanda bisa sakti mandraguna di tahun dengan kandungan angka […]

     

Write a comment: