Fanatisme Bola Baru: Kekantoran
Seorang istri terbangun dimalam hari ketika sang suami sedang menyaksikan pertandingan piala dunia 2006 Jerman melawan Portugal. Saat itu adalah pertandingan mencari posisi ketiga. Sang istri pun bertanya, "Siapa yang menang?"
"Jerman." Jawab sang suami.
"Oh, Jerman. Bagus deh." Kemudian sang istri masuk lagi kekamar dan tertidur lagi.
Sang istri ini sesungguhnya bukan seorang pecinta bola. Bahkan sangat tidak suka sehingga setiap ada tayangan pertandingan bola di televisi, dia otomatis langsung mengganti channel dengan acara lain, terutama sinetron atau apalah yang penting bukan bola. Tapi, ketika turnamen piala dunia berlangsung, sang istri dengan bangga memegang negara Jerman. Kok bisa?
Ternyata, sang istri adalah karyawan disebuah kantor perusahaan asing asal Jerman, Allianz. Nah, dengan alasan kekantoran itulah sang istri memegang Jerman sebagai tim favoritnya.
Cerita diatas bukanlah cerita bohong. Beberapa orang yang saya kenal juga bertindak serupa. Bukan pecinta bola, tapi ketika turnamen antar negara yang cukup populer berlangsung, mereka akan memegang negara yang ada hubungannya dengan tempatnya bekerja. Seperti istri saya, yang bekerja di Carrefour, otomatis dia akan memegang Perancis karena Carrefour asalnya dari Perancis.
Fanatisme memang tidak melulu dilihat siapa bintangnya, tapi juga apakah ada kaitannya dengan kantor kita bekerja. Dan apakah anda juga sama akan memegang timnas yang kantor pusatnya ada di negara yang akan bermain di EURO 2008 besok?



Kalo saya mihaknya karena faktor pemain, terutama pemain2 yang tampan.