Italia Bukan Pabrik Sayap
Menyaksikan duel racikan mantan legiun The Dream Team…
playmaker versus striker, membuat mata meulek.
Setelah lihat Les Bleus ngendog alias maen tanpa gol…melawan pasukan Drakula
Striker itu memainkan pola warisan nenek moyang (baca: Rinus Michel)
namun dibumbui dengan trend pola serang yang lagi ngetop
Yakni menggunakan kedua sayap sebagai gedoran dari kedua sisi
Sah dan tidak aneh, karena memang negeri kincir angin itu pabrik sayap kelas dunia.
Lucu dan degilnya, si playmaker malah pake pola 4-3-3
Gimana gak, warisan nenek moyang (baca : Enzo Bearzot)
yang sukses digunakan Zoff di Euro 2000 (Azzuri runner-up)
dan Opa Lippi di PD 2006 (Juara!)
Malah ditinggalkan begitu saja oleh Donadoni, playmaker kesayangan Azeglio Vicini di piala dunia 1990
Eksperimental Mr Trap di Euro 2004 silam, malah coba digunakan lagi
Donadoni mestinya ingat dengan pola eksperimen spt itu
Gli Azzuri malah diusir oleh bangsa-bangsa Viking Denmark dan Swedia di penyisihan grup C
Konon Mr Trap saat itu doyan ber-eksperimen dengan pola 4-3-3 yang memang pola haram
buat Gli Azzuri yang biasa memainkan pola 4-4-2
Dengan pola 4-3-3 itu, Mr. Trap sering memainkan Del Piero, Vieri dan Totti bareng2 di depan
dan memasang C.Zanetti-S.Perotta-M.Camoranesi di tengah
Talenta hebat Gatusso dan Pirlo saat itu bener-bener dikubur Mr. Trap di bangku cadangan
Bandingkan dengan Dino Zoff yang manut pada pakem grendel
(maklum Zoff adalah anak didik Enzo Bearzot di piala dunia 1982, grendel datang Italia menang, Rossi girang)
Zoff sempat membawa Azzuri hingga melangkah ke final melawan Prancis
Dengan pola 4-4-2 grendel, di depan anteng Totti dan Inzaghi sementara di tengah
Grendelisasi tengah-depan tercipta karena disana nongkrong Zambrotta-Conte-Ambrossini-Fiore
Dan Maldini-Nesta-Iuliano-Cannavaro
Jadi inget gol spektakuler Conte ke gawang Turki..he.he.he..
Conte is an Amazing Great Number Eight from Juventus
Italia bukan pabrik sayap murni seperti Belanda
Italia sukses membuat pola bertahan secara grendel…
Dan menusuk dari bek sayap yang gemar overlapping dari kedua sisi
Dengan pola 4-3-3, terlihat Grosso kerap adu lari dengan Del Piero
dan Zambrotta pun seperti “bersaing” mengirim umpan silang dengan Camoranesi/Cassano
Sungguh aneh memang, membiarkan si jangkung Toni berdiri sendiri di depan
sementara Fabio Q kepanasan di bench…
Malah Gatusso juga bermain tidak seperti biasanya, kegarangan yang hilang.
Achh…kenapa juga tenaga sisa Ambrosini seperti dipaksakan
Daniel De Rossi yang jadi bagian penting dalam skema Lippi-pun..
Seolah alami nasib “apes” seperti Fabio Q yang kepanasan di bench…
Akankah tragedi 2004 terulang?
***
Sumber foto: Soccerlens.com


