Italia Kalah di Semua Lini

Ditulis oleh Yopie Pieters

azzurri dejection netherlandsKejutan adalah sebuah kepastian. Tak perlu meragukan keberadaannya, terlebih dalam hal sepakbola. Cepat atau lambat, faktor kejutan akan datang menghampiri tanpa pandang bulu siapa yang akan melakukannya.

Neraka grup C justru terlebih dahulu menghampiri tim yang justru paling diunggulkan untuk keluar dari sebagai juara grup. Italy, sang juara dunia harus mengakui tim Oranye Belanda dengan skor telak 3-0. Skor itu sendiri seperti sebuah pembalasan manis anak-anak Dutchman 30 tahun tanpa kemenangan melawan Gli Azzurri.

Semasa menjadi pemain, MvB dan kawan-kawan tak pernah sanggup mengalahkan Roberto Donadoni cs. Sebelum pertandingan pun, pewaris kebesaran Total Voetball, Johann Cruijjf masih diliputi kesangsian akan kemampuan tim asuhan MvB untuk mengalahkan Andrea Pirlo Cs.


Namun disinilah letak kehebatan Van Basten, dengan tenang ia menepis semua kritikan serta keraguan akan kapabilitasnya sebagai seorang pelatih. Cederanya pemain andalan Robben tak membuat dia kehilangan akal. Engelaar diplotnya sebagai pengganti yang tidak kalah berbahaya.

Lihatlah determinasi pemain-pemain Oranye. Kemanapun bola pergi atau dikuasai pemain Italy, Van Der Vaart Cs selalu melakukan pressing ketat. Italy, justru kebalikannya. Mungkin Donadoni sadar jika secara fisik timnya tak akan mampu melayani permainan cepat khas negeri kincir angin tersebut, tetapi bermain bertahan melawan tim sekelas Belanda jelas suatu kesalahan.

Boleh dibilang Donadoni telah mengkhianati kemampuan pemain-pemainnya sendiri. Di AC Milan, trio lini tengah Pirlo, Gattuso dan Ambrosini memang sebuah kekuatan yang solid. Tapi perlu diperhatikan peranan Kaka serta the Dutchman Clarence Seedorf dalam sisi strategi. Di Gli Azzuri tidak terdapat pemain yang mampu menggantikan peranan layaknya Kaka ataupun Seedorf di AC Milan. Karakter Ambrosini dan Gattuso adalah perebut bola dari kaki lawan, untuk kemudian diberikan kepada Seedorf ataupun Kaka untuk mengolahnya menjadi sebuah peluang berbahaya. Tapi Camoranesi dan Di Natale bukanlah tipe tersebut.

Sebagai seorang Milanisti mungkin berat melihat ketidakhadiran Gattuso atau Ambrosini di lapangan. Tetapi dengan permainan seperti semalam, ada baiknya Danielle De Rossi atau Alberto Aquilani dari Roma diberikan kesempatan bermain.

Di lini belakang, Ketidakhadiran kapten tim Canna sangat berpengaruh terhadap kinerja lini pertahanan ini. Matrix, satu-satunya pemain Nazionale dari klub Scudetto bermain bagaikan seorang amatir. Sangat buruk. Sangat banyak kesalahan teknis dan elementer yang dilakukan olehnya. Beruntung Ia segera diganti oleh Fabio Grosso.

Hasil 3-0 semalam adalah bukti betapa superiornya Belanda terhadap Gli Azzuri malam tadi.

Donadoni segera menenangkan anak buahnya. Dia tidak mau memperdebatkan perihal gol pertama Belanda yang dianggap offside, walaupun secara peraturan memang gol tersebut sah lantaran saat terjadinya gol, Christian Pannuci masih berada di belakang garis gawang. Dan menurut peraturan UEFA hal tersebut mengakibatkan striker tidak berdiri dalam posisi offside.

Dua pertandingan di depan masih sangat menentukan. Namun harapan Gli Azzuri tidak lah serta merta kandas. Ingatlah kejadian Belanda pada tahun 1988. Kalah dari Uni Soviet pada pertandingan pertama untuk kemudian dibalas oleh goal of the tournament 1988 Marco Van Basten di pertandingan puncak.

Ale…Aleee….Aleeeee!!! Forza the beauty of Football!!!

Yopie Pieters bisa anda temui di: http://clashoftitans2001.multiply.com

***

Sumber foto: Soccerlens.com

6 comments:

  1. Athos, 10. June 2008, 22:27

    Kalo menang, emang enak kalo ngomong Yop

     
  2. yopie pieters, 11. June 2008, 7:59

    @ Athos

    Sebenernya gw dukung Italy bos…sampe sekarang masi dukung Italy walau kalah. Makanya buat nyeneng-nyenengin hati gw kasi fakta kekalahan Belanda di pertandingan awal sebelum menang + revans di Final Euro 1988.

     
  3. Rudi, 11. June 2008, 20:36

    Bola emang bundar ya…
    Itali jagoan g, juara dunia 2006, bisa dieksekusi 2-0 ma Belanda…
    Tapi masi ada chance buat maju..
    Bravo Itali!!

     
  4. agus wahyudi, 12. June 2008, 15:13

    Mungkin maksudnya donadoni memasang 2 gelandang bertahan sekaligus itu untuk menutupi kelemahan lini belakang yang keropos sepeninggal canna. Tapi sayangnya gak ada gelandang serang yang cepat dan bisa membawa2 bola dan kemudian menusuk ke kotak pinalti. Mengandalkan umpan2 panjang dari Pirlo ya susah juga. Setuju sama elo Yop, andaikan de rossi diberi kesempatan main, mungkin hasilnya akan beda.

     
  5. seno, 16. June 2008, 20:32

    klo menurut aku belanda lagi menemukan momentumnya dan italy terkesan masih terlena dengan euforia sebagai juara dunia…. pemain2 belanda yg biasa selalu bertingkah bak bintang bermain seperti pemain antah berantah dan mau menunjukkan kemampuan terbaiknya tanpa kenal lelah dan ga manja khususnya buat robben….

    senang lah kau ndy ku puji2 belanda… wakakkakakkakaka

     
  6. Vafa, 16. June 2008, 23:18

    Itali menanglah…

    Gw uas mulai tgl 23 juni nih, kl itali gak masuk perempat final jd gak konsen nih blajarna.. Hahaha :P

    Go go Itali, wlpn kali ini mainnya msh kurang bagus mdh2an pas ngelawan Prancis bs mati2an d..

     

Write a comment: