6 Kisah Yudas Paling Top Sepanjang Masa

herry kewel galatasarayKepindahan Harry Kewell ke Galatasaray dianggap sebagai pengkhianatan oleh Fans Leeds. Kenangan meninggalnya fans Leeds yang ditusuk oleh fans Turki di semi final UEFA tahun 2000 masih sangat membekas oleh fans Leeds. Entah berniat jahat atau tidak, yang pasti, Harry Kewell pindah ke Galatasaray sudah memiliki motivasi tertentu dan tidak bermaksud menyakiti klub yang pernah dibelanya(bermain di Champions, mungkin).

Ternyata, kisah Harry Kewell ini tidak sendirian. Ada beberapa pemain yang sangat menyakiti fans fanatik atas keputusan kepindahannya ke klub lain.

Seperti disebutkan Who Ate All The Pies, ada 6 kisah top pemain yang berkhianat dari klub kesayangan dan pindah ke klub "musuh bebuyutan".


2. Paul Ince (West Ham ke Man Utd)
Kepindahan Paul Ince ke MU sangat disesali oleh para fans West Ham. Alasannya sederhana, MU adalah musuh besar West Ham.

3. Luis Figo (Barcelona ke Real Madrid)
Kalau ini, semua pasti tahu. Kepindahannya ke Real Madrid sangat ditentang oleh para fans Barca. Akibatnya, ketika Figo bermain di Nou Camp di tahun 2002, Figo dilempari dengan botol, handphone, koin bahkan, kepala babi.

4. Maurice "Mo" Johnston (Celtic ke Rangers, via Nantes)
Sebelum menandatangani kontrak dengan Rangers via Nantes, Johnston sempat muncul di konferensi pers di Celtic Park kalau dia merasa yakin, Celtic adalah klub yang dia ingini. Tapi, tiba-tiba dia pindah ke Rangers.

5. Sol Campbell (Spurs ke Arsenal)
Kepindahan Campbell ke Arsenal sangat tidak dimaafkan oleh Tottenham fans.

6. Eric Cantona (Leeds Utd to Man Utd)
Berawal dari sebuah telepon dari presiden Leeds United kepada Martin Edwards, yang menjadi presiden komisaris MU saat itu, ingin menanyakan apakah MU berminat menjual Denis Irwin. Permintaan Leeds itu langsung ditolak tetapi pembicaraan itu tidak berhenti sampai disana karena ada secarik kertas dari Fergie kepadanya meminta untuk menanyakan kemungkinan pembelian Eric Cantona. Martin Edwards cukup kaget karena Eric Cantona merupakan salah satu kunci sukses Leeds United meraih title juara Liga Inggris musim 1991/92.

Ternyata menambah kekagetan Martin Edwards, Howard Wilkinson (manajer Leeds) setuju menjualnya dan musim 1992/93, Eric Cantona resmi pindah dari Leeds United ke Manchester United hanya dengan biaya transfer sebesar 1.2 juta pounds. Waktu akan segera membuktikan ini adalah pembelian terbaik Sir Alex Ferguson, yang seperti kata Fergie, Eric Cantona adalah ‘the missing link’ yang selama ini dinantikannya.

Setelah dibeli dari Leeds, Eric Cantona berhasil membawa MU menjadi yang terbaik di pentas Liga Inggris. Setelah terakhir ditahun 1967 MU menjadi juara liga premier Inggris, MU berhasil mencicipi kembali nikmatnya menjadi juara liga premiership tahun 1993.

Alhasil, fans Leeds jadi sangat membenci Eric Cantona.

4 comments:

  1. yopie pieters, 8. July 2008, 13:57

    Bagaimana dengan Luis Enrique dari Madrid Ke Barcelona?
    Atau, Ronaldo dari Barcelona ke Madrid?
    Atau Ronaldo dari Inter ke Milan?

     
  2. adi wirasta, 8. July 2008, 17:30

    @yopie:

    om, itu khan saya nyadur dari who ate all the pie, hehehe… jadi maap aja kalau Ronaldo ga disebut, lupa saya…. :D

     
  3. zoel, 9. July 2008, 14:51

    sbg fans berat Leeds, saya “kecewa” Kewell -pemain favorit saya sejak di Leeds dulu- pindah ke Galatasaray…. saya masih ingat kejadian tewasnya Kevin Speight & Chris Loftus di Istambul awal 2000 lalu, waktu itu semifinal Piala UEFA… saya lebih “rela” Kewell pindah ke Seri A bersama AS Roma, seperti yg sempat diberitakan sebelumnya… tapi gimanapun juga keputusan tsb hak Kewell, smga Kewell lebih berkembang drpda menjadi cadangan di Anfield…

    Marching On Together Leeds….

     
  4. benvie, 21. August 2008, 13:14

    yup, betul…

     

Write a comment: