Belajar Dari Sepakbola Amerika Serikat

Major League Soccer logoApa yang bisa dipelajari dari sepakbola Amerika Serikat untuk peningkatan kualitas sepakbola nasional?

Sebelum menjawabnya, kenapa harus membandingkan dengan Amerika Serikat? Kenapa tidak dengan Italia, Inggris ataupun Spanyol? Karena sepakbola di Amerika Serikat tidak pernah populer. Tapi belum lama ini, sepakbola malah menjadi bisnis yang cukup menguntungkan.

Misi federasi sepak bola nasional Amerika (US Soccer Federation) untuk memasyarakatkan olah raga dunia ini dapat dikatakan unik. Kenapa demikian? Karena bagi masyarakat Amerika pada umumnya kata football bukan berarti sama dengan jenis olah raga yang kita semua mengerti yakni sepak bola. Disini tradisi football sebagai icon olah raga nasional Amerika masih sulit untuk digeser oleh sepak bola (atau disebut soccer) mengingat terbatasnya siaran soccer yang dapat dinikmati secara gratis oleh masyarakat Amerika pada umumnya.


Namun demikian, bagi generasi muda Amerika, baik yang pria maupun wanita, olah raga soccer mendapat tanggapan yang mencengangkan yakni mereka menjadikan olah raga ini sebagai fenomena baru yang membuat mereka merasa lebih cool dibandingkan dengan bermain olah raga tradisional Amerika lainnya, seperti basketball atau baseball.

Melihat fenomena popularitas sepakbola yang sudah meningkat dikalangan muda, federasi sepakbola nasional Amerika melakukan beberapa langkah untuk memasyarakatkan sepakbola. Dan hasilnya cukup memuaskan, mereka telah berhasil memasyarakatkan olah raga ini secara profesional dan dengan standard kualitas yang patut dibanggakan. Kontrak penyiaran pertandingan sepakbola melalui streaming media via website dan cable network menunjukkan keahlian mereka menembus marketing saingan olah raga lainnya. Dan ini membantu penerimaan pemasukan yang lumayan bagi liga MLS sendiri. Hal ini terbukti dari banyaknya penonton yang membeli tiket pertandingan sepakbola yang diselenggarakan di berbagai kota besar di Amerika. Kemampuan marketing yang menyeluruh dan gencar telah dirasakan meresap dikalangan keluarga yang notabene mempunyai anak-anak pengikut team kebanggaan mereka masing-masing.

Berdasarkan hal ini, sepakbola Indonesia perlu mempelajari bagaimana penyiaran pertandingan sepakbola bisa menjadi keuntungan sehingga bisa dimanfaatkan untuk biaya program pengembangan pemain muda. Alhasil, jika pengembangan pemain muda bisa berjalan dengan baik, tanpa perlu ribut-ribut kekurangan dana, kecuali pengurusnya pada rakus seperti tikus, maka diharapkan, sepakbola nasional bisa menunjukkan giginya dikancah internasional.

***

Referensi: wawancara online dengan blogger Indonesia yang berdomisili di Amerika Serikat, bung Bary.

1 comment:

  1. zoel, 7. August 2008, 9:07

    yup, saya setuju… MLS memang jago urusan “membungkus” sepakbola… saya pernah melihat salah satu siaran MLS, reporter bisa wawancara langsung dgn pelatih di pinggir lapangan saat pertandingan sedang berlangsung…
    satu hal yg menarik lagi, tidak sedikit lapangan “soccer” yg juga merangkap sbg lapangan “football”, garis-garis pembatas lapangan warna kuning untuk soccer, sementara yg putih untuk football… (kira2 kalo kita main di lapangan seprti itu bingung ga ya? hehehe…)

     

Write a comment: