Robinho Menggertak, Madrid Tidak Kehabisan Akal
Saya pernah dinasehati oleh bos saya, "Buat apa kamu tahu gaji teman-teman kamu, yang ada nanti kamu bakalan cemburu saja sama mereka. Kalau kamu sudah cemburu kerjaan kamu bakalan rendah kualitasnya." Pada ujungnya, saya mengerti maksud bos saya. Jika saya tidak tahu gaji teman-teman saya yang ternyata lebih tinggi padahal berkualitas sama, saya tidak akan cabut dari kantor saya itu.
Robinho ternyata mengalami hal yang sama ketika saya membaca tulisan Ahmed Bilal berjudul "Robinho - Slave or Ungrateful Brat?" Dibilang oleh Ahmed Bilal, "Robinho is a liar. He doesn’t want to play for Chelsea. He wants to leave Real Madrid because he thinks he’s never going to get the money and the respect that he feels he deserves. Chelsea are just the richest club to have come along and offer him a spot. If Liverpool had the money or United had the need they’d have gone for him, and we’d now be hearing about how much Robinho wants to play for the team in red."(*)
Tambah lagi, "In my view Madrid cocked this up badly by letting the ‘Robinho for Ronaldo’ stories do the rounds and not offering Robinho a better contract when players like Sneijder, van Nistelrooy and even Van der Vaart are getting much higher wages than him. I wouldn’t say that Robinho is better than any of those 3 but on current ability he deserves to earn something similar to them, don’t you think?"
Robinho mungkin cemburu oleh Sneijder, van Nistelrooy dan Van der Vaart. Mengetahui gaji ketiga wong Londo tersebut jauh lebih tinggi darinya, tapi merasa kualitas permainan tidak jauh beda, Robinho coba menggertak manajemen Madrid dengan ingin cabut ke Chelsea.
Tapi sayang, gertakan Robinho terbaca oleh manajemen Madrid. Akhirnya, opsi bagi Robinho jika ia benar-benar ingin hengkang dari Madrid adalah membeli (buy out) kontraknya sendiri, dan kemudian angkat koper ke Stamford Bridge. Namun harga yang harus dibayarnya juga sangat mahal, yakni 50 juta euro atau sekitar Rp 675 miliar. Hmmm… Pintar juga yah bagian keuangan Madrid.
Kembali ke nasihat bos saya. Walaupun saya tidak tahu gaji-gaji teman saya melalui manajemen, tapi tetap, kisaran gaji teman saya bisa terbaca baik melalui gosip maupun dari barang-barang yang mereka beli. Jadi, pindah adalah keputusan yang tepat untuk mendapatkan uang lebih banyak ditempat baru
***
(*) Maaf untuk tidak diterjemahkan.



sekarang robinhonya di mac city kan ya?