Menanti Indonesia Menjadi Juara Sejati
(Ditulis Oleh Luhur Satya Pambudi)
Timnas Indonesia A yang ditangani Benny Dollo menjadi juara setelah menang WO alias walk out karena Libya menolak bermain di babak kedua dengan alasan keamanan. Ketika Bambang Pamungkas dkk mendapatkan lawan sepadan sepanjang turnamen, para penonton sudah kembali mengisi bangku-bangku Stadion Utama Gelora Bung Karno yang sebelumnya kosong melompong, timnas justru tak sempat menunjukkan kedigdayaannya. Terjadinya insiden saat jeda pertandingan merupakan faktor nonteknis yang membuat Libya melepas kesempatan menjadi juara.
Entah apa yang lantas terpikir di kubu Libya, yang jelas ulah mereka membuat makin lucu saja perjalanan sejarah sepakbola Indonesia. Terutama ketika organisasi sepakbola Indonesia masih tetap dipimpin oleh seorang penghuni lembaga pemasyarakatan, entah sampai kapan.
Bagaimana pun timnas Indonesia telah merasakan lagi meraih gelar juara, kendati dengan cara yang tak elegan, apalagi membanggakan. Para pemain timnas kini sudah pernah mengangkat piala dan dikalungi medali emas. Hadiah dari Pertamina pun menjadi rezeki tersendiri bagi mereka. Namun lebih baik hal itu mesti segera dilupakan. Turnamen Piala AFF segera berlangsung Desember nanti. Menjadi tugas Benny Dollo untuk membawa timnas menjadi juara di ajang regional tersebut. Apa yang sudah dilewati di Piala Kemerdekaan hanya bagian dari proses timnas untuk menjadi juara sebenarnya di kawasan Asia Tenggara. Masih ada waktu untuk melakukan pembenahan dan tampil lebih baik lagi. Semoga kebahagiaan dan kebanggaan sejati yang kita rasakan nanti di akhir 2008. Untuk Charis Yulianto cs : selamat berjuang kembali, tetap semangat, dan semoga berhasil !


