Akhirnya Datang Juga…
Semenjak Mourinho datang ke Inter Milan, hingga hari Jumat kemarin belum satu kata bernada arogan pun terlontar dari mulut si the special one. Tapi Sabtu, melalui pemberitaan di Radio Anch’io Sport lewat LiputanBola.com, akhirnya Mourinho mengeluarkan vokal miringnya yang membuat kuping pihak dari kubu Catania panas alias tersinggung.
Pada pertandingan melawan Catania, Inter menang 2-1, yang didapat lewat tendangan Ricardo Quaresma dan gol kontroversial Terlizzi. Setelah pertandingan tersebut, Special One berkata: “kami (Inter) seharusnya menang dengan lima gol!”
Akibatnya Direktur Sport Catania, Pietro Lo Monaco meradang. “Seseorang yang berkata demikian tidak memiliki rasa hormat pada lawannya, rekan-rekan pelatih, atau juga negara yang telah menyambutnya,” kesal Lo Monaco.
Ia meneruskan: “Ia semestinya menghindari kata-kata seperti itu, dan tidak menjawab (pertanyaan pers) dengan sedemikian enteng. Ia seharusnya memikirkan masalahnya sendiri. Dan kuharap ia dapat menjadi juara tahun ini, kalau tidak ia harus membereskan kopernya, dan pulang ke negaranya.”
“Mourinho adalah sosok seseorang yang mulutnya perlu dihajar!” tandas Lo Monaco.
Gelagat Mourinho ini, pernah ditulis oleh Andy N. Gultom sebagai permainan sandiwara. Menurut Andy N. Gultom, Mourinho, bermain “cantik” dengan sengaja membuat media dan publik terfokus pada dirinya. Sehingga pemain asuhannya, merasa “terlindungi” dan lepas dari beban sebelum pertandingan. Akibatnya pemain dapat fokus bermain dengan baik.
Bahkan saat timnya kalah pun, Mourinho sering berkomentar, “We are still better than them!” Suatu komentar digdaya, yang disitir oleh media dan publik sebagai ucapan omong kosong tak berdasar dan tak mau kalah. Mereka seakan-akan “tersihir” dan tidak menyadari, bahwa Mourinho sengaja berujar agar para pemainnya tidak disalahkan atas kekalahan tersebut. Jika ada yang salah, maka sayalah yang harus disalahkan…mungkin seperti itulah kira-kira yang mau diungkapkan Mourinho. Jose adalah seorang team player, yang sengaja menciptakan “keributan” demi keutuhan tim besutannya.
Tapi sayang, taktik itu mungkin berjalan dengan baik ditanah Inggris dimana sepakbola adalah sebuah kekuatan sendiri yang tidak diganggu oleh yang lain. Sedangkan ditanah Italia, Mourinho harus berpikir dua kali karena Sepakbola dan Mafia memiliki kekuatan yang sama.
***
Foto: Liputanbola.com / AP



Begitulah cara mourinho tapi harus di ingat semua kata2 mourinho tidak bermaksud untuk menjatuhkan nama sesorang apalagi sesama profesi……FORZA THE SPECIAL ONE
Bawalah INTERMILANMU merajai Eropa sikat semua lawan2mu untuk mencapai tujuan ke tangga juara…FORZA INTER MILAN