Mimpi 1001 Malam CFR Cluj

cfr-cluj.png” Riak kecil akan tampak terlalu besar bagi siapapun yang baru atau belum pernah merasakannya sendiri…”

Idiom ini tepat diyakini pada pagelaran First Leg LC yang baru saja dibuka rabu-kamis lalu.

Kejutannya datang dari negeri berkoefisien klub 40,599 dengan jatah 2 klub di LC, Rumania. Bandingkan dengan negara besar lainnya, yang punya 4 slot di LC macam Inggris (75,749) dan Italia (60,410).

Namun statistik tinggal sebuah angka belaka di atas lapangan….

Bahkan dukungan puluhan ribu penonton demi sebuah homecourt advantage tidak banyak membantu AS Roma untuk membungkam klub “kereta api” CFR Cluj Rumania. Cluj sebuah klub yang namanya sulit dilafalkan, membawa kado kemenangan bersejarah tidak hanya bagi bangsa Rumania , tetapi terlebih bagi klub itu sendiri.

CFR Cluj representasi “liliput”. CFR sendiri terambil dari kependekan Caile Ferate Romane (Perusahaan kereta api Rumania). Klub ini berdiri tahun 1907.

Perjalanan CFR yang musim lalu menjuarai Liga Rumania sungguh mencengangkan. Enam tahun lalu, kiprah Cluj masih berada di divisi tiga Liga Nasional, dan perlahan tapi pasti, CFR mendobrak reputasi klub-klub di atasnya.

Prestasi sensasional yang diciptakannya pada musim lalu, memecahkan rekor klub non kota Bucharest yang kerap menjuarai Liga Lokal silih berganti (Steaua , Rapid dan Dinamo) selama 17 tahun terakhir.

Bersama Steaua, Cluj adalah wakil Rumania untuk LC 2008/2009. Cluj juga merupakan salah satu wakil dari 6 klub eropa timur yang berjuang untuk menghantam hegemoni Eropa barat (Cluj, Steaua, BATE, Zenit, Shakhtar dan Kyiv).

Cluj terbang tinggi dalam satu malam, dengan 2 gol Emmanuel Culio, seorang gelandang yang diplot sebagai penyerang demi kebutuhan urgensitas tim. Culio tidak hanya sendiri, teman senegara yang kerap menjadi pendukung kebutuhannya hadir dalam diri Sixto Peralta.

Tidak banyak yang tahu, Sixto adalah bintang masa depan…

Sekarang ? Bukan, tetapi 9 tahun lalu. Sixto menjadi personel dari Argentina Young Star, U-20 World Cup Championship 1999. Singkat cerita pasca kejuaraan Sixto dicomot raksasa Italia, Inter Milan, untuk kemudian dibina (lebih tepatnya dibangkucadangkan) selama 3 tahun, tanpa sekalipun pernah merumput di Milano !!!

Dan seperti sebuah seleksi alam, Sixto “kalah” saing. Ketika rekan sekoleganya berlimang dollar dan jam terbang (Cambiasso dan Milito), siklus “padang gurun” menerpa dirinya, yang nantinya terus berlanjut di beberapa klub medioker Italia-Inggris dalam status pemain pinjaman.

Racing Club dan River Plate sempat “menyelamatkannya” sampai kemudian dirinya sadar bahwa karirnya harus kembali ke Eropa. Di Cluj-lah kariernya dimulai di umur yang tak lagi muda.

You might win the battle, but not the war….

Sebuah kemenangan kecil, bukanlah akhir dari segalanya. Ini adalah sebuah debut awal yang bagus.
Awal bagi klub tanpa tinta emas sejarah. Awal bagi industri sepakbola akan bertiup kencangnya “keteguhan dan hasrat berprestasi” Eropa Timur, akan “kestabilan posisi” saudara tuanya,Eropa Barat.

Dan awal juga bagi pecandu bola akan hadirnya kejutan-kejutan yang semakin menegangkan di babak-babak selanjutnya. Ketika Zenit disanjung-sanjung, Shakhtar digelimangkan oleh saratnya dana, Kyiv dan Steaua dengan pengalamannya di Eropa, Cluj akan menikmati jalan peperangan satu demi satu.

Seperti sebuah lokomotif api, dengan saratnya tradisi dan kemawasan dini, CFR berharap melanjutkan episode “mimpi”, tentu dengan prestasi tersendiri

No comments yet.

Write a comment: