I Love Bundes Liga! (Part Two)
Semakin hari, semakin sering ditonton pertandingan-pertandingan Bundesliga, semakin jatuh cinta saya akan liga ini.
1. Terhapusnya kasta antar klub. Siapa nyana tim ‘kemarin sore’ sekelas TSG 1899 Hoffenheim—berdomisili di Hoffenheim, kota kecil yang hanya mempunyai tiga ribu penduduk (menurut sensus 2008)—bakal nangkring di papan atas klasemen sementara Bundesliga ketika kompetisi telah bergulir lebih dari sepertiga perjalanan.
Sampai usainya pekan ke-12, Hoffe, julukannya yang berstatus tim promosi dari Bundesliga, hanya kalah selisih produktivitas gol dari Bayer Leverkusen yang menduduki posisi puncak. Skuad asuhan Ralf Rangnick ini (sementara) berhasil mengungguli tiga tim elite Jerman: Bayern Muenchen, Hamburg, dan Schalke 04.
Dengan ketatnya persaingan dipapan atas, menjadikan Bundesliga semakin membuat kita tidak perlu memilih-milih pertandingan siapa melawan siapa yang perlu ditonton karena semua pertandingan adalah KW1 alias bermutu semua!
2. Stadion yang megah. Hampir semua stadion klub di bundesliga memang diperuntukkan untuk sepakbola. Bukan yang lain. Beda dengan di Italia. Stadion-stadion di Italia masih banyak yang campur dengan cabang atletik, sehingga sering kita dapati stadion di Lega Calcio yang terlalu jauh dengan penonton. Secara tidak langsung, menyaksikan pertandingan di Liga Italia menjadi kurang mendapati atmosfir gemuruh penontonnya karena jarak penonton dan lapangan yang terlalu jauh.
3. Penonton yang selalu ramai. Sama dengan nomor 2, dengan ramainya penonton, kita jadi bisa merasakan suasana gemuruh pertandingan Bundesliga.
4. Penghormatan diakhir pertandingan. Sikap yang dilakukan oleh pemain-pemain Bundesliga ketika selesai bermain, terutama yang menang, lalu memberikan penghormatan kepada penonton di stadion, menjadikan Bundesliga semakin enak ditonton. Sikap yang baru saya ketahui ini, jelas, memberikan gambaran bahwa pemain di Bundesliga tidak hanya harus memberikan respek kepada Wasit, tapi juga penonton yang telah mendukung moral mereka. Dan juga yang telah membeli tiket. Indah. Seperti melihat aktor dan aktris teater, yang memberikan penghormatan selesainya pertunjukan teater. Indah sekali.


