<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.2" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Naturalisasi = Bagai Membeli Kucing Dalam Karung</title>
	<link>http://bolanova.com/2009/01/14/naturalisasi-membeli-kucing-dalam-karung/</link>
	<description>BLOG SEPAKBOLA #1 DI INDONESIA</description>
	<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 20:50:28 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.2</generator>

	<item>
		<title>By: Andika</title>
		<link>http://bolanova.com/2009/01/14/naturalisasi-membeli-kucing-dalam-karung/#comment-9386</link>
		<author>Andika</author>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 00:42:51 +0000</pubDate>
		<guid>http://bolanova.com/2009/01/14/naturalisasi-membeli-kucing-dalam-karung/#comment-9386</guid>
		<description>Memang instan. Maklumlah, Aku kira itu karena tekanan di pihak PSSI sudah sedemikian tinggi. Gara2 kekalahan lawan Oman dan ulah nekat bin ajaib Hendri M. Tapi kalau dipikir-pikir wacana naturalisasi ini memang penuh kontroversi. Dulu aja pernah ada wacana naturalisasi beberapa pemain Brazil (tapi sekarang nasibnya bagaimana coba?). Bagaimanapun, semuanya kembali kepada PSSI, pilihan mana yang dipilih (naturalisasi atau tidak) ada konsekuensinya dan keberhasilan TIMNAS tergantung kinerja PSSI sendiri. Naturalisasi atau tidak aku yakin masih ada jalan terang untuk "Negara Bola" tercinta. Semoga bukan sekedar ide atau pemikiran untuk "pengayem-ayem" (yang ternyata didengar media :) ).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang instan. Maklumlah, Aku kira itu karena tekanan di pihak PSSI sudah sedemikian tinggi. Gara2 kekalahan lawan Oman dan ulah nekat bin ajaib Hendri M. Tapi kalau dipikir-pikir wacana naturalisasi ini memang penuh kontroversi. Dulu aja pernah ada wacana naturalisasi beberapa pemain Brazil (tapi sekarang nasibnya bagaimana coba?). Bagaimanapun, semuanya kembali kepada PSSI, pilihan mana yang dipilih (naturalisasi atau tidak) ada konsekuensinya dan keberhasilan TIMNAS tergantung kinerja PSSI sendiri. Naturalisasi atau tidak aku yakin masih ada jalan terang untuk &#8220;Negara Bola&#8221; tercinta. Semoga bukan sekedar ide atau pemikiran untuk &#8220;pengayem-ayem&#8221; (yang ternyata didengar media <img src='http://bolanova.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: luhurs</title>
		<link>http://bolanova.com/2009/01/14/naturalisasi-membeli-kucing-dalam-karung/#comment-7911</link>
		<author>luhurs</author>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 14:55:05 +0000</pubDate>
		<guid>http://bolanova.com/2009/01/14/naturalisasi-membeli-kucing-dalam-karung/#comment-7911</guid>
		<description>Thailand dan Vietnam yg tdk melakukan naturalisasi nyatanya bisa berada di atas Indonesia. Kalo gak salah di negara kita banyak sekali SSB yg pesertanya dari mulai bocah. Ya, mestinya memang dari bocah sdh ada kompetisi berjenjang yg kontinyu. Btw, bakal jadi apa ya para pemain bocah kita yg pernah bermain di Danone Cup? Semoga mereka gak mengalami salah urus dan bisa jadi tulang punggung timnas kita di masa depan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thailand dan Vietnam yg tdk melakukan naturalisasi nyatanya bisa berada di atas Indonesia. Kalo gak salah di negara kita banyak sekali SSB yg pesertanya dari mulai bocah. Ya, mestinya memang dari bocah sdh ada kompetisi berjenjang yg kontinyu. Btw, bakal jadi apa ya para pemain bocah kita yg pernah bermain di Danone Cup? Semoga mereka gak mengalami salah urus dan bisa jadi tulang punggung timnas kita di masa depan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: De La Bucuresti</title>
		<link>http://bolanova.com/2009/01/14/naturalisasi-membeli-kucing-dalam-karung/#comment-7903</link>
		<author>De La Bucuresti</author>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 10:36:28 +0000</pubDate>
		<guid>http://bolanova.com/2009/01/14/naturalisasi-membeli-kucing-dalam-karung/#comment-7903</guid>
		<description>Menurut saya ada betulnya pendapat saudara.. memang kita tergiur mengetahui ada banyak pemain keturunan Indonesia yang merumput di Eropa ... sehingga naturalisasi itu menjadi opsi yang sangat masuk akal . 

Namun demikian, memilih pemain yang akan dinaturalisasi harus selektif mengingat  kebanyakan dari mereka bermain di tim yunior, reserves, dan kalau menjadi pemain inti di klub2 divisi 1 ke bawah yang kualitas permainannya tidak jauh dan bahkan sama dengan LIGINA. tetapi pemain2 tadi memiliki advantage yaitu mereka berkembang di atmosfir sepakbola dengan kompetisi yang lebih sehat dan pembinaan yang lebih jelas.. sesuatu yang tidak didapatkan  pemain-pemain kita yang besar dari sistem PSSI karena kebobrokan sepakbola indonesia adalah pada sistem pembinaan. 

Dan ingat!,  kebanyakan dari mereka adalah pemain muda sehingga kemungkinan mereka untuk berkembang masih sangat terbuka. Harapan untuk menemukan diamonds in the rough masih ada . Konkritnya,  terlepas dari masalah status hukum, kewarganegaraan, dan sejarah yang masih perlu diperjelas dalam forum tersendiri, pemain-main ini perlu dimanfaatkan setidaknya untuk 10 tahun kedepan sebagai basis timnas indonesia didukung pemain-pemain muda terpilih produk pssi. Mengingat susah untuk mengandalkan sistem pembinaan pssi yang tidak jelas, perlu juga digalakkan metode2  swadaya (di luar sistem pssi) untuk mendistribusikan pemain-pemain belia indonesia ke klub2 yunior eropa.. a la PJTKI tapi khusus pemain-pemain sepakbola muda.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut saya ada betulnya pendapat saudara.. memang kita tergiur mengetahui ada banyak pemain keturunan Indonesia yang merumput di Eropa &#8230; sehingga naturalisasi itu menjadi opsi yang sangat masuk akal . </p>
<p>Namun demikian, memilih pemain yang akan dinaturalisasi harus selektif mengingat  kebanyakan dari mereka bermain di tim yunior, reserves, dan kalau menjadi pemain inti di klub2 divisi 1 ke bawah yang kualitas permainannya tidak jauh dan bahkan sama dengan LIGINA. tetapi pemain2 tadi memiliki advantage yaitu mereka berkembang di atmosfir sepakbola dengan kompetisi yang lebih sehat dan pembinaan yang lebih jelas.. sesuatu yang tidak didapatkan  pemain-pemain kita yang besar dari sistem PSSI karena kebobrokan sepakbola indonesia adalah pada sistem pembinaan. </p>
<p>Dan ingat!,  kebanyakan dari mereka adalah pemain muda sehingga kemungkinan mereka untuk berkembang masih sangat terbuka. Harapan untuk menemukan diamonds in the rough masih ada . Konkritnya,  terlepas dari masalah status hukum, kewarganegaraan, dan sejarah yang masih perlu diperjelas dalam forum tersendiri, pemain-main ini perlu dimanfaatkan setidaknya untuk 10 tahun kedepan sebagai basis timnas indonesia didukung pemain-pemain muda terpilih produk pssi. Mengingat susah untuk mengandalkan sistem pembinaan pssi yang tidak jelas, perlu juga digalakkan metode2  swadaya (di luar sistem pssi) untuk mendistribusikan pemain-pemain belia indonesia ke klub2 yunior eropa.. a la PJTKI tapi khusus pemain-pemain sepakbola muda.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
