Archive for March, 2009

Bung Kus Untuk Komentator Sepakbola Yang Lebih Baik

kusnaeni komentator bola 1

Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku (Miriam Budiardjo,2002) Kekuasaan merupakan kemampuan mempengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang mempengaruhi (Ramlan Surbakti,1992).

Kemampuan mempengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang mempengaruhi terbukti sudah dimiliki oleh M. Kusnaeni atau kita kenal dengan Bung Kus. Setelah melihat spanduk seperti pada gambar diatas, saya langsung menyadari kalau komentator bola bisa menjadi modal untuk menjadi penguasa. Modal yang bagaimana?

Read more »

Milis Klub Sepakbola sebagai Kelompok Sosial

Sehubungan dengan bencana yg terjadi di situ gintung sana, gimana kalo kita MI bantu para korban di sana? segala jenis bantuan yg kita bisa ga mesti duit maybe pakaian dan barang2 bekas layak pakai, karena yakin bgt banyak yg ga sempet menyelamatkan barang2 mereka, mereka butuh bgt bantuan kita. Event ini bagus juga kok buat MI mungkin ga bisa liat dari segi komersialnya ya tapi it would be very nice if we can do something for the other. dan mungkin bakal lebih mempererat persaudaraan kita baik sesama MI ataupun sama orang lain. Dan bukan ga mungkin kan kalo disana orang2 bakalan tambah simpatik sama MI walaupun bukan itu tujuan utamanya . So i’ll wait for your respond ! -Muti

Kutipan diatas saya ambil dari sebuah milis klub bola yaitu realmadridfc_indonesia@yahoogroups.com. Saya cukup terkejut dengan niatan dari para anggota milis klub sepakbola yang notabene tidak ada urusannya dengan kegiatan sosial.

Sebuah milis bisa dikategorikan sebagai kelompok sosial. Kelompok sosial adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat. Kelompok juga dapat mempengaruhi perilaku para anggotanya.

Read more »

Jose Mourinho: The King of Drama

Mourinho, bermain “cantik” dengan sengaja membuat media dan publik terfokus pada dirinya. Sehingga pemain asuhannya, merasa “terlindungi” dan lepas dari beban sebelum pertandingan. Akibatnya pemain dapat fokus bermain dengan baik.

Paragraf ini pernah ditelurkan oleh penulis Bolanova yaitu Andy Nahil. Sekarang, mendekati akhir musim liga Italia Seri A, Mourinho kembali melakukan tugasnya untuk dengan sengaja membuat media dan publik terfokus pada dirinya supaya para pemain Inter Milan dapat fokus bermain dengan baik. Tidak terganggu gunjingan media.

Seperti dilansir The Guardian, Jose Mourinho kembali membuat pernyataan yang menuai kritik. Kontroversi dari ucapan allenatore Inter Milan yang menuding bahwa rivalnya sesama pelatih tidak menyusun susunan pemain atas keputusannya sendiri, melainkan lebih kepada kebijakan Presiden Klub.

Read more »

Final Liga Champions, Manchester United lawan siapa ya?

Kalau lihat hasil drawing lengkap perempat final Liga Champions 2008-09 ini:
1. Villarreal CF (Spanyol) vs Arsenal FC (Inggris)
2. Manchester United FC (Inggris) vs FC Porto (Portugal)
3. Liverpool FC (Inggris) vs Chelsea FC (Inggris)
4. FC Barcelona (Spanyol) vs FC Bayern Muenchen (Jerman)

Saya memiliki feeling Manchester United bakalan kembali menjadi finalis liga champions.

Ada 1 alasan sederhana kalau MU bakal kembali menjadi finalis piala Champions.
Read more »

Polemik Pelatih Inggris dan Italia

( Ditulis oleh Luhur Satya Pambudi )

Kejayaan klub-klub Inggris tampil di perempat final Liga Champions musim 2008-2009 ini ternyata menimbulkan polemik di antara dua pelatih besar asal Italia, Fabio Capello sebagai pelatih timnas Inggris dan Marcello Lippi sebagai pelatih timnas Italia. Capello beropini bahwa tim Inggris lebih baik ketimbang tim Italia. Kenyataannya tiga klub Inggris (MU, Chelsea, dan Arsenal) memang sukses menyingkirkan tiga klub Italia (Inter Milan, Juventus, dan AS Roma). Lippi menolak mentah-mentah pernyataan Capello, alasannya tidak banyak pemain Inggris dan Italia yang memperkuat klub-klub itu. Menurutnya penilaian akan lebih adil, jika timnas kedua negara diadu dengan seluruh pemain dari dalam negeri, tanpa ada pemain asing.

Read more »

Next Page »