Belajar dari Pengalaman
( Ditulis Oleh Luzman Rifqi Karami )
Learning from experience. Ungkapan yang begitu populer. Yup, pengalaman adalah guru yang paling baik. Kita menjadi diri kita sekarang ini dengan belajar dari pengalaman yang sudah-sudah. Pengalaman buruk harus dijadikan pelajaran, pengalaman yang baik harus coba diulang dan dipertahankan.
Musim 2002-03 Italia membuat sejarah dengan menyertakan tiga wakilnya di semifinal. Inter, Milan, dan Juventus mengeroyok Madrid, tim asal Spanyol. Old Trafford pun menjadi saksi all Italian Final sepanjang sejarah, Milan vs Juventus yang akhirnya dimenangkan Juve lewat adu penalti 3-2.
Namun, tampaknya Italia tak mau belajar dari pengalaman. Kini dominasi Italia telah lenyap, digantikan klub-klub liga Inggris. Juventus, Inter, dan Roma gagal lolos ke babak perempatfinal! Hanya bisa melihat kuartet tim EPL, Liverpool, Arsenal, Chelsea, dan MU berjaya. Sepertinya mereka ingin membuat all English Final di Olimpico, Italia. Mungkin bisa membalas tim Italia yang telah membuat all Italian final di tanah Inggris musim 2002-03.
Kehancuran klub-klub Italia sudah terlihat di babak 32 besar Piala UEFA. Sampdoria, Fiorentina, bahkan Milan yang begitu diunggulkan harus berguguran. Praktis hanya Udinese wakil Italia yang tersisa di 16 besar. Itu pun harus meladeni tantangan sang juara bertahan, Zenit St. Petersburgh.
Mungkin klub-klub Inggris dapat menjadikan pengalaman sebagai "guru" mereka. Dimulai musim 2004-05 Inggris sukses menjadi juara lewat pertandingan yang super dramatis melawan Milan. Selanjutnya musim 2005-06 Arsenal sukses melaju ke partai puncak walau akhirnya gagal menjadi juara. Musim 2006-07 tampaknya menjadi awal kesuksesan tim Inggris.
Tiga tim EPL lolos ke babak semifinal. Sayang, bukan tim Inggris yang menjadi juara.
Musim 2007-08, tiga tim EPL yang sama kembali lolos ke semifinal. Tak mau mengulang kegagalan di musim sebelumnya, musim itu melahirkan all English Final pertama sepanjang sejarah. Uniknya, sama persis dengan all Italian Final musim 2002-03. Pemenang harus ditentukan lewat adu penalti setelah kedudukan 0-0 selama 120 menit.
Kini, empat tim EPL lolos ke babak perempatfinal. Inggris terus-menerus mendominasi. Italia tak ada wakil tersisa. Hanya bisa berharap sejarah musim 2002-03 kembali terulang.
***
Tulisan ini bisa dibaca juga disini.



makasih tulisan sy udah dimasukin lagi
ada ralat lagi
musim 2002-03 seharusnya juaranya Milan bukan Juve
(duh sy sering salah gini yah)