Jose Mourinho: The King of Drama
Mourinho, bermain “cantik” dengan sengaja membuat media dan publik terfokus pada dirinya. Sehingga pemain asuhannya, merasa “terlindungi” dan lepas dari beban sebelum pertandingan. Akibatnya pemain dapat fokus bermain dengan baik.
Paragraf ini pernah ditelurkan oleh penulis Bolanova yaitu Andy Nahil. Sekarang, mendekati akhir musim liga Italia Seri A, Mourinho kembali melakukan tugasnya untuk dengan sengaja membuat media dan publik terfokus pada dirinya supaya para pemain Inter Milan dapat fokus bermain dengan baik. Tidak terganggu gunjingan media.
Seperti dilansir The Guardian, Jose Mourinho kembali membuat pernyataan yang menuai kritik. Kontroversi dari ucapan allenatore Inter Milan yang menuding bahwa rivalnya sesama pelatih tidak menyusun susunan pemain atas keputusannya sendiri, melainkan lebih kepada kebijakan Presiden Klub.
“Ketika saya menganggap pelatih telah kehilangan jati diri, saya menyusun tim untuk bertanding di lapangan, tapi pelatih lain tidak. Dan di sepakbola hal seperti itu sudah lumrah terjadi,” ujar Special One.
Disatu sisi, saya angkat jempol akan tindak tanduk Jose Mourinho yang kembali bersandiwara agar semua kritikan publik lebih mengarah kedirinya, bukan ke pemainnya. Sengaja menciptakan “keributan” demi keutuhan tim besutannya. Tapi di sisi lain, saya merasa khawatir juga. Orang Italia berbeda dengan orang Inggris. Air dibalas darah, sebuah sikap milik orang Italia yang sering kita tonton di film-film mafia, bisa jadi akan menimpa Jose.
Anyway, itu hanya perasaan saya yang terlalu banyak menonton film mafia. Akhir kata, lanjutkan terus permainanmu Jose…!


