Guardiola : Hal Spesial Barcelona
( Ditulis Oleh Luhur Satya Pambudi )
Selain kembali menjadi satu-satunya tim non-Inggris di semifinal Liga Champion 2008/2009, Barcelona dari Spanyol juga memiliki keistimewaan lain yang tidak dimiliki oleh ketiga tim Inggris pesaingnya. Hal spesial itu adalah sosok pelatih Jose ’Pep’ Guardiola. Dia menjadi pelatih termuda, belum pernah membawa timnya juara, sekaligus satu-satunya pelatih lokal yang menangani tim semifinalis. Ketiga pelatih tim Inggris (Sir Alex Ferguson, Guus Hiddink, dan Arsene Wenger) adalah pelatih kawakan dengan jam terbang puluhan tahun, telah memiliki segudang trofi, dan merupakan pelatih asing di Liga Inggris. Dari sisi usia, reputasi, maupun gaji, Pep memang tidak layak dibandingkan dengan Sir Alex, Hiddink, maupun Wenger. Namun kenyataannya kini, pelatih muda Spanyol itu telah berdiri sejajar dengan para seniornya, setelah menempatkan El Barca sebagai semifinalis liga terwahid Eropa di musim pertamanya menangani klub profesional. Kiprah Guardiola akan semakin cemerlang jika Barcelona berhasil menyingkirkan Chelsea di semifinal dan kemungkinan menjadi juara di Roma pun ada di depan mata.
Salut buat Pep Guardiola!
***
Menyaksikan atau mengamati klub Chelsea, seperti menyaksikan atau mengamati orang yang asik bermain Championship Manager atau sekarang dikenal Football Manager. Hanya bedanya, bermain Fotball Manager hanya terpaku pada mengontrol pembelian dan penjualan para pemainnya, sedangkan klub Chelsea, kita bisa mengamati dan menikmati orang berduit mengontrol tidak hanya pemainnya, tapi juga pelatih.
Pada leg pertama antara Chelsea melawan Liverpool yang dimenangi oleh Chelsea, kita bisa menikmati kejeniusan Guus Hiddink yang bisa membalikan keadaan dari ketertinggalan kosong-satu menjadi tiga-satu. Kejeniusan Guus Hiddink di leg pertama, kalau boleh saya nilai:
Menyaksikan sepakbola sebetulnya seperti membeli kucing dalam karung. Kita tidak bisa menerka berapa skor yang akan dihasilkan didalam pertandingan. Biasanya, kalau dalam satu pertandingan ada banyak gol yang tercipta, kita akan merasakan kepuasan tersendiri. Makanya, orang Amerika paling ogah main soccer dibanding American Football atau basketball karena disepakbola, gol yang dihasilkan hanya sedikit. Berbeda dengan american football atau basketball yang menghasilkan angka lebih banyak.

