You Control The Player, You Control The Manager
Menyaksikan atau mengamati klub Chelsea, seperti menyaksikan atau mengamati orang yang asik bermain Championship Manager atau sekarang dikenal Football Manager. Hanya bedanya, bermain Fotball Manager hanya terpaku pada mengontrol pembelian dan penjualan para pemainnya, sedangkan klub Chelsea, kita bisa mengamati dan menikmati orang berduit mengontrol tidak hanya pemainnya, tapi juga pelatih.
Orang yang dimaksud jelas Roman Abramovich. The Tinkerman, tidak memuaskan, ditendang. The Special One, terlalu bawel, ditendang. The Hunchback, tidak berhasil memberi tropi Liga Champions, ditendang. The Big Phill, mencatatkan rekor paling buruk di Liga Premier selama kekuasaan Roman, ditendang. Sekarang, dengan kekuasaannya, Roman menggaet Guus Hiddink untuk meraih tropi Liga Champions.
Bagi kebanyakan penikmat sepakbola, aksi beli-tendang pelatih sangat sangat dianggap tidak dewasa. Jadinya malah mengundang cibiran. Tim sebesar MU atau Arsenal saja tidak gampang gonta-ganti pelatih dan berhasil dalam jangka waktu yang panjang, kok Chelsea lebih asik gonta-ganti pelatih supaya mendapatkan kesuksesan instan.
Tapi bagi saya, aksi gila gonta-ganti pelatih oleh Roman malah memberikan kepuasan tersendiri. Ketika Jose Mourinho masuk menggantikan Claudio Ranieri, kita bisa menikmati aksi Jose bukan hanya dilapangan, tapi juga diluar lapangan. Ketika ditendang, kita bisa menikmati aksi pelatih yang lebih banyak menggali potensi pemain yang ada karena keinginan Avram Grant untuk mengejar pemain yang diinginkan tertutup oleh Roman sendiri yang melakukan pengetatan. Lalu masuk Phillipe Scholari, kita bisa menikmati bagaimana permainan sepakbola Latin masuk di Liga Premier yang dikomandoi oleh Deco. Dan terakhir datang Guus Hiddink yang sungguh-sungguh jenius karena bisa mengalahkan pelatih yang termasuk jenius di dunia sepakbola modern: Rafael Benitez, seperti kita saksikan tadi pagi.
***



sejak dia pegang korsel, saya udah yakin hiddink memang ahli strategi
eh..eh.. nonton liverpool? mantap ya? he..he..
Roman sukses bikin Chelsea selalu jadi perhatian dengan keasyikannya memainkan klubnya dgn gonta-ganti pelatih.
Btw, apa Hiddink bisa mengulangi suksesnya saat bersama PSV jaman dulu di Piala Champion atau kembali mentok di semifinal spt saat tampil di 2 kali Piala Dunia?