Au revoir Carletto

coldplayWhen you try your best but you don’t succeed
When you get what you want, but not what you need
When you feel so tired but you can’t sleep
Stuck in reverse……

Sebelum bertransformasi ke dalam album experimental bernuansa cerah (a.k.a Viva La Vida), dunia pernah mengenal Chris Martin dan kawan-kawan menguasai pangsa pasar Britpop melalui alunan lagu penuh kekuatan lirik.

Chris, sang pentolan Coldplay, membangun kualitas musiknya dalam balutan suara falsetto yang memukau penuh pesona. Kutipan teks di atas terambil dari album X-Y berjudul “Fix You”.

Dimulai dengan tekanan lagu berirama Gregorian, di tengah kekuatan lagu diselingi oleh kombinasi gitar elektrik. Puncaknya adalah variasi accord dan canon dari para personilnya, diakhiri sebuah teks “I will try fix you……”

Stuck in reverse….
Carlo Ancelotti tahu benar dirinya dalam area “kuning” di Appiano Gentile. Dalam kapasitas manusia milanello, Carletto begitu dirinya biasa dipanggil, sudah sepantasnya diakhiri. Kurun waktu 8 tahun, bukanlah waktu yang pendek. Lupakanlah gelar scudetto 2003 setelah merengkuh LC di tahun sebelumnya, dalam one of the worst Champion final in the history. Bolak-balik bongkar pasang ala Carla, tidak berujung pada hasil. Excuse dan pembenaran tidak sepantasnya dijadikan alasan utama.

When you lose something you cant replaced….
Milan selalu punya generasi muda terbaik. Ketika produksi muda Milanello dalam satu angkatan menelurkan 3-4 pemain. Ditambah pembelian pemain asing dan pemain jadi, konsep Milan dibangun melalui possesion football yang memikat, meski terkadang lambat. 10 tahun sudah era basten berlalu, dan tiada generasi penerusnya, tidak Sheva, tidak Inzaghi, apalagi Ronaldinho….

When you love someone but it goes to waste….
Andrei Shevchenko di masa jayanya adalah seorang predator. Striker penuh kekuatan fisik , sangat akrab dengan jarak 11-20 meter gawang. Sheva mampu menuntaskan peluang, dengan cara yang tidak lazim, kondisi satu lawan satu, maupun aneka scrimmage serta death ball condition.
Tetapi itu dulu, Sheva sekarang sudah “lumpuh”… Pemain terbuang yang tidak pernah bisa kembali pada levelnya yang dulu.

But if you never try you never know..
Sheva, Ronaldinho, Zambrotta  dibeli bukan di masa jaya. Grafik turun bak indeks saham di awal tahun menjadi representasi ketiganya. Milan melakoni diri sebagai klub ”bengkel”. Klub spesialis pereparasi pemain tua, dan membuatnya terlihat ”muda”. Carletto mungkin lupa pada kasus Ronaldo, seorang pemain dengan vitalitas prima di masa jaya dengan naluri membunuh pada kisaran 24 karat, yang membuncah dengan tabungan lemak di hari tuanya.

Carletto mungkin berpikir dalam lautan biru (baca: blue ocean)
, whatever think, think the opposite….Well not in every occasion, sometimes you just have to follow the path, otherwise you get sink !!!!

Memperbaiki hal yang kronis bukanlah perkara mudah. Cabut sampai ke akar-akarnya. Mulailah dari awal kembali, dari hal yang kecil sampai kepada yang mendetail. Sesuatu tidak akan dimulai jika tidak ada yang diakhiri.

Milan terlalu takut memulai awal baru. Janganlah selalu melihat ke belakang, ketika torehan piala masih ada fisiknya, tetapi spiritual hanyalah historinya.

Esensi bukanlah mengenang, esensi adalah tatapan tegak ke depan. Lupakan apa yang telah terjadi, ada masa pada setiap bagian kehidupan.

Dan jika pembelajaran menjadi taruhannya, ambillah resiko. Karena itulah rahasia kehidupan terbesar, no pain no gain……

Lights will guide your home…
And ignite your bones….

I will try fix you

No comments yet.

Write a comment: