Dan Persipura pun Juara di Indonesia

persipura player( Ditulis Oleh Luhur S. Pambudi )

Akhir pekan ketiga bulan ini (16-17 Mei 2009) menjadi momentum dipastikannya gelar juara liga sepakbola di berbagai belahan dunia. Ketika Manchester United menjadi kampiun Premier League di Inggris, Barcelona merebut gelar juara Primera Liga di Spanyol, dan Inter Milan kembali memenangi scudetto di Italia, maka Persipura pun memastikan dirinya merengkuh trofi juara Liga Super (ISL) di Indonesia. Raihan angka yang dimiliki Tim Mutiara Hitam di klasemen sementara sudah mustahil terkejar lagi oleh para pesaingnya, seperti : Persiwa, Sriwijaya FC, dan Persib. Padahal sebenarnya Persipura masih memiliki tiga pertandingan tersisa dari total 34 pertandingan musim ini. Materi pemain yang berkualitas dan kompak merata di semua sektor, kepintaran pelatih Jacksen F.Tiago, manajemen tim yang relatif tidak banyak masalah (ketimbang tim-tim lain), juga dukungan positif suporter membuat tim kebanggaan warga Papua tersebut memang layak menjadi juara ISL edisi perdana.


Hebatnya lagi, dua dari trio striker klub asal Jayapura itu, Boaz Solossa dan Beto Goncalves, untuk sementara menjadi pencetak gol terbanyak ISL dengan 22 gol. Tentu besar pula peluang mereka menjadi top scorer di akhir musim. Tapi Boaz dan Beto harus bersaing keras dengan tiga penyerang yang masih membayangi raihan gol mereka, yaitu : Ngon A Djam (Sriwijaya FC), Christian Gonzales (Persib), dan Bambang Pamungkas (Persija).

Dengan menjadi juara ISL, Persipura akan menjadi wakil Indonesia di Liga Champion Asia musim depan. Satu hal yang harus diperhatikan adalah AFC hanya mengijinkan diturunkannya tiga pemain asing non-Asia dan dua pemain asing Asia. BLI pun rencananya akan menerapkan peraturan tersebut di ISL musim depan. Maka Persipura terpaksa mesti mengganti dua dari lima pemain asing yang dimilikinya kini. Padahal kontribusi Pierre Bio Pauline, Viktor Igbonefo, David da Rocha, Ernest Jeremiah, dan Beto Goncalves cukup besar dalam kesuksesan Persipura musim ini. Sayangnya, mereka berlima tidak ada yang berasal dari Asia. Solusinya, Persipura bisa tampil dengan cukup tiga pemain asing atau harus memburu dua pemain asing Asia yang berkualitas sepadan dengan yang digantikannya. Mau tidak mau, hal itu pasti mengubah kekuatan Persipura musim depan. Tapi apa pun yang terjadi, semoga Persipura bakal melanjutkan prestasinya dengan mampu mengimbangi permainan klub-klub terbaik Asia tahun depan. Selamat untuk Persipura!

4 comments:

  1. suseno, 24. May 2009, 18:31

    kalo aja peraturannya udah lebih tegas di lapangan, aku yakin permainan persipura ga kalah sama permainan tim2 bagus di asia seperti gamba osaka atau al - ahli atau malah lebih bagus dari dua tim tersebut…

     
  2. luhur, 25. May 2009, 22:37

    sayangnya lagi persipura kemungkinan besar tdk bisa bermain di stadion mandala jayapura krn kondisi dan lokasinya kurang memenuhi syarat di tingkat asia..

     
  3. ignasius kum, 6. June 2009, 2:06

    he….. mas kalau liga campiun itu, kamu tahu nggak dong sih… pengertiannya? kalau tidak mengerti pantas kamu komentr persipura, stadion tidak memenuhi syarat, tetapi liga campiun itu tim profesional atau tim elit yang main seasia jadi mas….luhur… kamu tahu nggak lapangan yang terkenal di indonesia itu dimanakah?
    kalau mas tahu itulah stadion yang kenal di indonesia maka mereka main disitu.

    yang kedua: mas… suseno, kamu yang heran tim2 di asia seperti yang kamu sebut katanya dua tim asia lebih baik banding persipura, itu bahan pertimbangan bagi anda, karna bukan anda menjelekan tapi memberi masukan kalau anda merasa bangsa indonesia. persipuara main di liga campiun atas mewakili ISL.

     
  4. budi, 16. October 2009, 23:00

    mas ignasius ente ngomong apa sih? belajar bahasa dulu mas…Bahasa Indonesia waktu di sekolah dapat merah yah mas?

     

Write a comment: