Final Day Survival

( Ditulis oleh Zulfikar Aleksandri )
Ketika menandatangani kontrak dengan Newcastle United, Jonas Gutierrez, Fabricio Coloccini, Jose Enrique, Obafemi Martins, Alan Smith, hingga Kevin Nolan mungkin tidak akan pernah membayangkan mereka akan memainkan pertandingan akhir musim dengan resiko kalah berarti terdegradasi. Bersama sederet pemain bintang lain seperti Damien Duff, Mark Viduka, Peter Lovenkrands, dan Michael Owen harus menghadapi situasi itu.
Newcastle United, klub terbesar di kawasan North East, Tyneside, harus berjuang menghindari degradasi di pertandingan terakhir musim 2008-2009 bersama dua tim tetangga mereka, Sunderland dan Middlesbrough. Salah satu dari mereka pasti bakal terdegradasi (Middlesbrough memiliki probabilitas terbesar), Newcastle dan Sunderland berharap Hull City gagal menang meski menghadapi Manchester United yang akan turun dengan mayoritas pemain cadangan.
Manajer sementara The Magpies, Alan Shearer, akan memimpin Oba-oba dkk untuk memenangi pertandingan di Villa Park menghadapi tuan rumah Aston Villa. Bila gagal menang, Shearer gagal menjadi juru selamat bagi tim yang sangat dicintainya tersebut. Menang atas Villa juga tidak menjamin posisi Newcastle aman karena tergantung pada hasil Hull City vs Manchester United.
Pada kenyataannya, Shearer bukanlah seorang Messiah bagi klub sebesar Newcastle. Hanya satu kemanangan dalam 7 pertandingan tidak cukup mengangkat Newcastle dari posisi tiga terbawah, puncaknya saat pekan lalu kalah 0-1 dari Fulham di St. James Park. Perseteruan Shearer dengan Joey Barton saat kalah 0-3 dari Liverpool di Anfield menambah carut-marut kondisi internal The Toon Army.
No team is too good to go down, tidak ada tim yang tidak pantas untuk terdegradasi. Newcastle dengan pemain-pemain bintangnya, Sunderland dengan kiper termahal, Craig Gordon, serta pemain-pemain sekelas Djibril Cisse, Anton Ferdinand, dan Steed Malranque, Middlesbrough dengan pemain muda bertalenta Steward Downing (yang pada pekan ke 37 mengalami cedera panjang selama enam bulan), Boro juga memiliki Sanly Tuncay, serta penyerang subur Liga Belanda, Afonso Alves.
Hull City, tim promosi sekaligus debutan di Premeirship yang terbang tinggi di awal kompetisi, seperti menemukan "tempat"nya kembali di akhir musim, jurang degradasi. Phil Brown tidak mampu mengangkat mental bertanding Geovanni dkk yang tidak pernah menang sejak awal 2009.
Pada akhirnya degradasi tidak ditentukan oleh kualitas atau kebintangan pemain yang dimiliki klub, tetapi posisi tiga terbawah di klasemen akhir. Menarik ditunggu klub mana yang akan menemani West Brom turun kasta ke Championship serta klub mana yang akan selamat pada drama "Final Day Survival" Premiership musim ini.
***



Liga adalah perlombaan konsistensi. Hanya tim yang mampu onsisten sepanjang musim saja yang bisa menang. Yang lain silakan minggir. So, tak peduli bintang atau debutan, asal bisa konsisten sepanjang musim dialah yang akan menang.