Kerendahan Hati Pep Guardiola

pep guardiola rendah hati( Ditulis Oleh Luhur S. Pambudi )

Keberhasilan Barcelona meraih trofi Liga Champion Eropa dengan mengandaskan Manchester United 2-0 membuat klub Spanyol tersebut meraih treble winner di musim 2008/09 ini. Sukses besar tersebut tentu berkat tangan dingin pelatih Josep ’Pep’ Guardiola. Pelatih 38 tahun tersebut juga membakukan sejumlah rekor, yaitu sebagai pelatih termuda yang menjuarai Liga Champion dan menjadi orang keenam yang mampu menjuarai Piala/Liga Champion sebagai pemain maupun pelatih. Barangkali ia juga menjadi pelatih pertama yang mampu meraih tiga trofi juara di musim pertamanya. Ia jelas membuat nama Spanyol kian harum, setelah tahun 2008 lalu timnas Spanyol menjadi juara Eropa, tahun 2009 giliran klub Spanyol yang merajai Eropa.


Kendati telah meraih hasil luar biasa, Pep ternyata tetap bersikap rendah hati. Ia mengaku tidak melakukan hal penting karena pasukannya dihuni pemain-pemain hebat. Padahal filosofi sepakbola atraktifnya pun banyak dipuji. Ketika ada sebuah lembaga yang mencalonkannya menerima penghargaan sebagai tokoh olah raga tahun ini atas prestasi istimewanya, Pep mengatakan bahwa ia belum layak menerimanya. Satu hal lagi yang menarik, Pep justru mendedikasikan kemenangan Barca di Eropa untuk Paolo Maldini, yang mendapatkan perlakuan tak layak dari segelintir suporter di pertandingan perpisahannya. Sebuah sikap yang sangat simpatik dari seorang mantan pemain kepada rekannya yang baru memutuskan untuk gantung sepatu. Pep memang layak menjadi seorang teladan, seorang juara sejati yang rendah hati.

***

No comments yet.

Write a comment: